Sugiono Sebut Penahanan WNI Relawan Kemanusiaan oleh Israel Langgar Kemanusiaan

Menlu-Sugiono2.jpg
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono (ANTARA/Nabil Ihsan)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat dan ditangkap oleh Israel di perairan Mediterania.

Menanggapi hal ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono angkat suara. Menurutnya, aksi yang dilakukan Israel merupakan pelanggaran terhadap nilai kemanusiaan.

Sugiono mengatakan, pemerintah telah meminta bantuan kepada negara-negara sahabat yang memiliki hubungan langsung untuk memastikan kondisi para WNI tersebut.

“Nah, tadi juga saya sampaikan kita minta kepada rekan-rekan kita yang punya hubungan langsung, untuk pertama memastikan kondisi mereka, kondisi rekan-rekan kita yang ditahan itu baik. Kemudian, mereka juga diperlakukan dengan baik,” kata Sugono, dikutip dari Kumparan, Rabu, 20 Mei 2026.



Sugiono menegaskan bahwa tindakan Israel tidak dapat dibenarkan dan melangar kemanusiaan.

“Dan apa yang dilakukan oleh Israel merupakan suatu hal yang melanggar kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Sugiono, para relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla datang dengan misi damai untuk membantu masyarakat Palestina, khususnya di Gaza. Karena itu, ia mengapresiasi semangat para relawan yang berupaya mencari solusi atas penderitaan warga Palestina.

“Karena mereka ada dalam misi damai, saya hargai, apresiasi semangat mereka untuk sama-sama mencari solusi dari permasalahan dari saudara-saudara kita yang ada di Palestina, khususnya di Gaza,” terang Sugiono.

Sugiono berharap seluruh WNI yang tergabung dalam misi tersebut berada dalam kondisi aman hingga nantinya dapat dipulangkan ke Indonesia.

“Dan kita berharap kondisi mereka bisa baik sampai nanti kita pulangkan ke Tanah Air,” pungkasnya.