Udin Makan Es Krim Sambil Nonton YouTube saat "Dioperasi" Petugas Damkar

Muhammad-Ishomuddin.jpg
(Damkar Bojonegoro)

RIAU ONLINE, SURABAYA-Muhammad Ishomuddin terilaht tenang sambil makan es krim sambil main YouTube.

Bocah berusia 7 tahun asal Desa Sendang, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini sedang 'dioperasi' oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Bojonegoro.

Salah satu jari tangannya masuk ke lubang grendel pintu gerbang masjid. Hingga akhirnya grendel tersebut dirusak untuk mempermudah proses evakuasi.

Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemkab Bojonegoro, Teguh Aris mengatakan, kejadian itu bermula ketika siswa kelas 1 SD itu iseng-iseng bermain di pagar Masjid di Desanya.

"Si anak pada Kamis 27 Agustus 2020 sekitar pukul 15.30, iseng bermain sambil memasukkan jarinya ke lubang grendel pintu gerbang Masjid," kata Teguh, Sabtu 29 Agustus 2020.

"Lantas jari tengah pada tangan kanannya itu tersangkut dan tidak bisa lepas. Selanjutnya grendel digergaji tapi jarinya masih menyangkut. Hingga minta bantuan bidan desa setempat, masih belum bisa terlepas juga," terangnya.

Akhirnya ayah korban Ahmad Sanep, meminta bantuan kepada Dinas Damkar Pemkab Bojonegoro.

Karena akses menuju rumahnya lebih dekat dengan Kabupaten tersebut.

"Saat proses evakuasi pemotongan grendel pintu, harus sangat hati-hati. Karena kalau salah, jari tengah anak tersebut bisa putus. Selain itu kami khawatir terhadap korban akan mengalami trauma," tambahnya.

Proses evakuasi jari korban Muhammad Ishomuddin, bocah asal Desa Sendang, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, oleh tim Damkar. [Dok. Damkar Bojonegoro]

Jari korban Muhammad Ishomuddin, bocah asal Desa Sendang, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bengkak usai tersangkut di grendel pagar masjid. [Dok. Damkar Bojonegoro]

Saat proses evakuasi, korban harus dihibur dengan tayangan kartun di YouTube kesukaannya sambil makan ice cream.

"Awal evakuasi dimulai pukul 8.45 dan berhasil dilepas sampai pukul 11.25. Tapi jari si anak sedikit bengkak sehingga perlu dirawat bidan setempat," ujarnya.

Artikel ini sudah terbit di Suara.com