Mahasiswi Asal Riau Terancam Gagal jadi Dokter, Pemkab Rohul "Putuskan" Beasiswa

Dokter4.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Novella Putri terancam gagal jadi dokter. Impian untuk menjadi pelayanan kesehatan nyaris sirna karena berhutang hingga setengah miliar. Mahasiswi asal Rokan Hulu, Provinsi Riau memiliki hutang ke kampusnya di Universitas Trisakti, Jakarta, sebesar Rp 500 Juta. 

Hutang itu menumpuk sangat besar karena Pemkab Rohul yang menjadi pemberi beasiswa 'memutuskan' aliran dana untuk Novella. Padahal sebelumnya dana tersebut mengalir lancar hingga macet di penghujung semester.

Kisah Novella pun viral. Kasus mandeknya besiswa tersbeut terjadi setelah adanya pergantian kepala daerah di Rokan Hulu.

Anggota DPRI RI, Achmad menceritakan kisah Novella yang kini terkatung-katung di Jakarta tanpa adanya sokongan dana dari pemkab Rohul

"Waktu itu, saya (sudah) sampaikan ke Pak Parman (Suparman, Bupati) dan Pak Sukiman (Wakil Bupati), supaya ini dilanjutkan. Oke lanjut, gitu kata mereka. Bantuan ini atas nama Pemkab, bukan nama saya pribadi, nah itu mereka (Pemkab) lah lagi," cerita Achmad, Minggu 7 Juni 2020.

Saat Achmad menjabat Bupati Rohul, Novella dijanjikan beasiswa melanjutkan pendidikan ke Universitas Trisakti. Perguruan tinggi swasta ini menjalin kerjasama dengan Pemkab. 
Kisah Novella ini mencuat dan viral, usai teman satu kampus dengannya membuat akun di laman web penggalangan dana, kitabisa.com. Diceritakan, gadis pintar asal Ujung Batu itu belum membayar biaya kuliahnya.


Akibatnya, co-assistant sebagai dokter terancam tak bisa lanjut dengan tagihan biaya kuliah mencapai Rp 500 juta. Utang ratusan juta rupiah itu mencuat, saat Novella sudah berada di penghujung menyandang gelar dokter.


Saat Achmad menjabat Bupati Rohul, ia diberi beasiswa untuk kuliah di Universitas Trisakti. Achmad mengakui, ia sudah menerima aduan Novella dan mahasiswa Rokan Hulu lainnya. Ia menyayangkan Pemkab Rohul saat ini dinilainya abai.


Achmad bercerita, semasa menjadi Bupati, politisi Partai Demokrat ini membuat program beasiswa untuk mahasiswa berprestasi ke Universitas Trisakti. Selama dua tahun program itu berjalan lancar.


Pada 2015, Achmad harus menyerahkan estafet pemerintahan kepada pasangan Bupati dan Wakil Bupati Suparman-Sukiman. Berakhirlah 10 tahun Achmad memimpin Rohul. 
Sayangnya, baik di masa Suparman menjabat Bupati, dilanjutkan Sukiman, program ini tak dilanjutkan kembali. KPK jerat Suparman dan jebloskan ke Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. 
Penggantinya, Sukiman, juga tak merespons program ini dengan baik, sehingga terjadi hal-hal yang seperti ini.


Achmad menambahkan, Novella bersama mahasiswa Rohul lainnya memang pernah menjumpai dia di Jakarta, karena saat ini Achmad berstatus sebagai anggota DPR RI dapil Riau 1. 
"Novella ada beberapa kali ke Dewan, saya kontak Pak Sekda, iya-iya aja kata Sekda. Rupanya ini tak ada lanjutannya," tuturnya.


Sebenarnya, Novella bukan satu-satunya korban karena ada mahasiswa lainnya yang juga menjadi korban atas ketidakjelasan bantuan ini. 
Namun teman-teman Novella lainnya bisa menutupi biaya perkuliahan secara pribadi.


"Banyak mahasiswanya tu, cuma karena dia (Novella) tak mampu makanya terasa betul. Lainnya bisa menanggulangi. Novella ini memang tidak mampu, dia aja jual gorengan, makanya saya beri bantuan Pemkab ke dia dulu," kata anggota Komisi II DPR RI ini. 

Achmad sangat berharap Pemkab dan DPRD Rohul bisa menganggarkan pembiayaan kuliah mahasiswa-mahasiswa ini. Mereka calon-calon putra-putri daerah akan memegang peranan penting Rohul di masa depan.


"Saya membantu atas nama Bupati, bukan atas nama Achmad pribadi. Ini harus menjadi prioritas di Pemda. Masuk kedokteran itu tidak gampang apalagi Trisakti, nah saya sudah menyelesaikan itu semua, sekarang tolong dilanjutkan," tutupnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadis Kominfo) Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Yusmar, saat dihubungi Sabtu sore, meminta untuk menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Rokan Hulu Ibnu Ulya. 

"Karena tekhnis, sebaiknya konfermasi dengan Dinas Pendidikan," pinta Yusmar.  Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com