Tak Perlu Khawatir, Jamaah Umrah Gagal Terbang Bisa Reschedule Kok

Jamaah-Umroh.jpg
(okezone)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Ada kabar baik untuk jamaah yang gagal berangkat umrah karena Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jemaah umrah untuk mencegah penyebaran virus corona.


Juru bicara Lintas Asosiasi Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Baluki Ahmad, menuturkan para calon jemaah yang sudah membayar tiket pesawat namun tertunda keberangkatannya tidak bisa memperoleh pengembalian dana (refund).


"Untuk refund itu tidak boleh, kalau di-refund berarti pembatalan, kecuali belum issued tiket. Yang udah issued tiket (sudah dibayar tiketnya) enggak boleh. Enggak ada refund," kata Baluki saat ditemui di MAJ Senayan, Sabtu 29 Februari 2020.


Baluki menuturkan, keterlambatan penerbangan bukan merupakan kesalahan dari pihak maskapai. Tetapi, kata dia, jemaah dapat mengajukan penjadwalan ulang.


"Bukan dia (maskapai) tidak mau berangkatkan tapi aturan dari pihak-pihak lain kan, sehingga kenapa harus refund? Jadi dia siap melakukan reschedule tapi bukan membatalkan," tuturnya.


Selain itu, kata dia, sejauh ini pihak penyelenggara umrah belum melakukan perhitungan kerugian akibat penghentian jemaah umrah.

"Kita belum hitung kerugian karena ini bukan total lost, karena masih ada harapan untuk memberangkatkan berikutnya ini kan tertunda, kalau kerugian itu kan total lost yang rugi adalah ia masyarakat yang mau berangkat," tuturnya.


"Mestinya sudah reschedule punya perencanaan harus kembali nanti tiba-tiba dia tidak berangkat itu waktu yang dirugikan," lanjut dia.
Meski begitu, Baluki menjamin seluruh dana keberangkatan jemaah tidak akan hangus dan bisa digunakan.


"Moral yang dirugikan insyaallah, materi yang sudah dibayarkan akan terselamatkan walaupun di sana sini mungkin akan timbul yang lain," tutup dia.

Artikel ini sudah terbit di Suara.com