Dianggap Biang Corona, Ternyata Presiden Jokowi Pernah Santap Paniki

Paniki.jpg
(RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, MANADO-Kelelawar dianggap menjadi biang menularnya Novel Coronavirus atau virus Corona kepad manusia. Apalagi warga China terbiasa menyantap sup kelelawar.

Kebiasaan menyatap hewan liar juga dan kelelawar juga dilakukan oleh warga Sulawesi Utara. Namun siapa sangka, Presiden Jokowi juga pernah memakan menu khas Manado tersebut saat dia dan rombongan tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado, beberapa waktu lalu, mereka mampir makan siang di Restoran Mapanget Indah, yang berlokasi tak jauh dari bandara.

Jokowi tak lama makan siang, hanya sekitar 15 menit lalu bertolak ke Minahasa Utara dengan pengalawan super ketat.

Dua hari sebelum kedatangan Presiden, pengelola rumah makan Mapanget Indah mendapat pemberitahuan bahwa Jokowi akan mampir makan siang di restoran tersebut.

"Kami dapat info dua hari sebelum. Waktu itu ada beberapa TNI yang datang makan. Pas mau bayar, mereka langsung bilang Jokowi akan datang," ujar Chinthia Karundeng, sang kasir.

Ia yang pertama kali diberitahu, karena dia kasir. Namun ini bukan kali pertama, sebelumnya restoran ini sempat disebut akan dikunjungi Jokowi, tapi yang pertama batal.

"Sudah dua kali, tapi yang pertama tak jadi," ucapnya.

Kabar kepastian Jokowi makan siang di situ sudah diterima pihak restoran.

Sehari sebelum kedatangan, kata Chinthia kepala rumah tangga presiden datang langsung untuk memesan menu.

"Jadi mereka memesan 63 orang. Menu khusus yang diminta yakni bebek bumbu RW, telur cakalang, tude woku, paniki (kelelawar) santan. Katanya paniki ini pesanan khusus dari pak presiden," ucapnya.

Pihak restoran pun langsung siap-siap. Karena mendadak, mereka pun mempersiapkan semua dengan buru-buru agar bisa tertangani. "Kami persiapkan semua dengan cepat. Bersih-bersih, siapkan semua menu yang diminta," ujarnya.

Jokowi menebar senyum pada karyawan restoran. Sebelum pergi, mereka mengaku ia sempat berkata terima kasih.

Para pelayan antusias dengan kedatangan Jokowi. Namun karena penjagaan ketat, mereka hanya bisa memotretnya dari jauh

 Artikel ini sudah terbit di Tribun Manado

-->