Detik-detik Kematian Tragis Sang Pensiunan TNI AL

Pembunuhan-Pensiunan-TNI-AL.jpg
(Liputan6.com)

RIAU ONLINE - Terdengar teriakan dari pintu depan rumah mereka. Istri Hunaedi yang masih dalam posisi sujud lantas keluar. Didapatinya sang suami merintih kesakitan di atas lantai, sesaat setelah membukakan pintu rumah karena mendengar suara ketukan. Darah mengalir deras dari tubuh pria berusia 82 tahun itu.

Suami istri itu beberapa menit sebelumnya tengah salat magrib. Istri Hunaedi melaksanakan magrib di kamar tidur, sementara sang suami di kamar tengah yang letaknya bersebelahan dengan kamar tidur mereka.

Dalam histeris, wanita itu berteriak meminta pertolongan. Sesaat, sang pensiunan TNI AL itu masih benafas, lalu pergi untuk selama-lamanya karena kehilangan darah oleh luka tusuk di bagian bawah dada kiri dan lengan kirinya.

Menurut seorang warga, Rendi, istri korban sempat berteriak-teriak di tengah jalan untuk meminta pertolongan warga. "Sempat nyetopin motor di tengah jalan," kata Rendi, melansir Suara.com, Sabtu, 7 April 2018.

Rendi mengatakan, sejak dulu rumah korban memang sepi dan korban jarang keluar rumah. Sebelum kejadian, Rendi yang sekitar pukul 17.30 tengah duduk di warung yang letaknya berada di seberang rumah korban, mengaku tidak melihat tanda-tanda mencurigakan di sekitar rumah korban.

"Saya tadi setengah enam duduk di sini. Nggak lihat apa-apa. Nggak liat motor parkir di deket rumah itu," kata Rendi.

Teriakan istri korban juga didengar oleh Mayor Laut Astra Kamay yang menjabat sebagai Ketua RT 007 RW 06, Komplek TNI AL Pondok Labu Jakarta Selatan itu. Mayor Astra bergegas menuju rumah tersebut dan mendapati korban tewas bersimbah darah.

Baca Juga Fakta Pilu Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu

Peristiwa itu langsung dilaporkannya ke Polsek Cilandak dan Litbangal Pondok Labu. Selanjutnya permasalahan dan pengembangan penyelidikan diambil oleh pihak Polsek Cilandak.

Ketika polisi tiba, korban ditemukan dalam posisi tengkurap di atas kasur, memakai peci bermotif kembang warna hijau, mengenakan kaos berkerah warna putih dan celana pendek hitam, serta kain sarung bermotif coklat merah marun.

Sementara itu, Wawan mengatakan, ia dan warga lainnya yang juga di lokasi kejadian sempat mencari-cari keberadaan pelaku. Bahkan menurutnya warga juga sempat naik ke atap rumah untuk mencari pelaku. Namun hasilnya nihil, pelaku hilang seperti ditelan malam.

Polisi menyebut Hunaedi merupakan korban perampokan. Meski belum ditemukan barang-barang yang hilang, namun kuat dugaan penusukan terhadap dilatari untuk perampokan.

Ketua RT, Mayor Laut Astra Kamay mengatakan, sebelum tewas, korban kehilangan uang pensiunnya sebanyak Rp 3,2 juta.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id