Fakta Pilu Pembunuhan Pensiunan TNI AL di Pondok Labu

Pembunuhan-Pensiunan-TNI-AL.jpg
(Liputan6.com)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Seorang pensiunan TNI AL tewas di dalam rumahnya yang terletak di Kompleks TNI AL, Jalan Kayu Manis, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Pensiunan Mayor bernama Hunaedi (83) ini ditemukan tewas bersimbah darah dalam keadaan telungkup. Ia diduga menjadi korban perampokan.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan Stefanus Tamuntuan menuturkan, pemeriksaan sementara menunjukkan ada sejumlah luka robek pada tubuh korban.

Tidak mau kehilangan jejak para pelaku, polisi langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP) dan menyisir masuk ke dalam rumah korban dengan menurunkan anjing pelacak.

Sampai pada suatu titik, anjing itu berhenti di sebuah rumah penjual batu alam.

Apakah itu artinya polisi berhasil menemukan jejak para pelaku? Dan apakah benar, purnawirawan TNI itu telah menjadi korban perampokan?

Berikut ini fakta Pilu tewasnya Purnawirawan TNI di Pondok Labu yang dikutip dari Liputan6.com, Jumat 6 April 2018:

1. Jasad Penuh Luka

Pada jasad Hunaedi (83) ditemukan sejumlah luka robek, antara lain di bagian bawah dada kiri dan satu di lengan bagian kiri.

Namun, hingga kini belum diketahui apakah luka tersebut akibat senjata tajam atau penganiayaan.

2. Dibunuh Saat Mengaji

Insiden penganiayaan purnawirawan TNI di Pondok Labu terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Hunaedi (83) saat itu tengah mengaji di kamar tengah, sementara sang istri di kamar tidur.

Pintu rumah korban tiba-tiba diketuk orang dari luar. Tak lama kemudian, terdengar teriakan suami yang meminta tolong. Istri korban histeris saat suaminya tengah dianiaya orang.

3. Istri Trauma

Melihat aksi penganiayaan tersebut, kondisi sang istri kini masih trauma dan belum bisa menceritakan apa yang terjadi saat itu.

4. Firasat Anak

Anak korban mengaku, saat kejadian tersebut dia tak mendapat firasat sedikit pun akan kepergian sang ayah untuk selama-lamanya. Agus menceritakan, biasanya dirinya kerap mengunjungi sang ayah seminggu sekali. Namun, entah kenapa di minggu ini dirinya ingin cepat sekali bertemu.

"Dari kemarin-kemarin muncul rasa untuk secepatnya datang ke rumah ayah. Tapi selalu ragu-ragu," ucap dia di lokasi pemakaman, Jumat, 6 April 2018

5. Dimakamkan

Kini pensiunan TNI AL berumur 83 tahun itu telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Hankam, Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Sofiah, sang istri, yang melihat detik-detik jasad suaminya dimasukkan ke liang lahad hanya bisa menangis. (1)

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id