16 Pegawai Karaoke Keluarga asal Pekanbaru Tersesat saat Gunung Marapi Meletus di Sumbar

Pendaki-Gunung.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sebanyak 16 warga Pekanbaru, sempat tersesat saat Gunung Marapi, di Kabupaten Tanah Datar, meletus atau erupsi,  Minggu pagi, 4 Juni 2017. 

Dari jumlah tersebut, berdasar dari Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, Kepolisian setempat, para pendaki Gunung Merapi merupakan karyawan karaoke keluarga di Kota Pekan Baru.

Mereka sengaja mendaki Gunung Merapi guna mengisi liburan dengan cara mendaki. Ke-16 pendaki itu sudah memperoleh izin dari penjaga gunung.

Hingga Minggu malam, pukul 21.45 WIB, 7 pendaki itu berhasil turun dari Gunung Merapi, Sedangkan 7 pendaki sudah turun tersebut antara lain, Roby (23), Tander (24),  Irwandi (24), Dwi Puspita (25), Roky (20), dan Ahmad Afis (25), kesemuanya beralamat di Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Sedangkan satu orang lagi, Agus Riadi (24) beralamat Pulau Inggu, Benai Kuansing. 

Ke-16 pendaki itu tersesat di Objek Wisata Alam, Gunung Merapi, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, wilayah hukum Polres Padang Panjang.

Gunung Marapi Meletus

 

 

GUNUNG Marapi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, meletus, Minggu pagi, 4 Juni 2017.

Informasi diperoleh RIAUONLINE.CO.ID, ke-16 pendaki tersebut mendaki Gunung Marapi dan langsung menuju objek wisata alam yang berada di gunung aktif itu, Sabtu, 3 Juni 2017, pukul 06.00 WIB. 

Dari jumlah 16 pendaki, 7 sudah turun, sedangkan 9 lainnya masih bertahan di lokasi puncak Gunung Merapi. Di antaranya Agus Salim (24), Sarul (17),  Rolen (17), Herman (40), kesemuanya beralamat di Pulau Inggu, Benai, Kuansing, 

Pendaki lainnya, Yusuf (22), dan Abdul Mukni (24), beralamat di Rumbai Pesisir, Pekanbaru, dengan nomor telepon seluler bisa dhubungi 081372941104, dan 085278339925.

Sedangkan, Nanda (23), dan Rahmat (23), beralamat Kota Payakumbuh, Sumbar. Untuk pendaki lainnya, Yandri (15), Pelajar SMP, beralamat di Pulau Inggu, Benai, Kabupaten Kuansing, tidak jelas keberadaanya karena terpisah kelompok di atas.

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, letusan Gunung Marapi terjadi pertama kali Minggu, 4 Juni 2017, pukul 10.01 dan disusul 10.22 WIB dengan ketinggian letusan mencapai 700 meter dari puncak gunung. 

"Tidak terdengar suara gemuruh dan dentuman dari Pos Marapi di Kota Bukittinggi yang berjarak 14 kilometer di barat laut puncak gunung," katanya. 

 

Ia menjelaskan, Polres Padang Panjang dipimpin Kabag Ops Kompol Arifin Daulay, didampingi Kapolsek X Koto, AKP Yuhendri, dan Kasat Reskrim Polres Padang Panjangm AKP Hariman Fujianto dan Ireli Sofa dfari BPBD Kesbangpol Padangpanjang, sudah turun ke lokasi. 

Letusan Gung Marapi, Sumatera Barat

GUNUNG Marapi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, meletus, Minggu pagi, 4 Juni 2017.

Tak hanya itu, juga diturunkan personel gbungan berjumlah 52 orang guna mencari pendaki masih tersesat tersebut. Perinciannya, Brimob  15 personel, Polres 12, Polsek X Koto  3, BPBD Kesbang Padang Panjang 9, PMI Bukittinggi 13, Relawan 10 orang.

Senin dini hari, 5 Juni 2017, pukul 01.30 WIB, belum ada hasil terkait evakuasi ke-16 pendaki. Mengingat situasi kondisi tidak mengizinkan pelaksanaan evakuasi maka dilanjutkan pagi hari ini.

"Terkait letusan Gunung Marapi tersebut, Polres Padang Panjang, melarang keras bagi para pecinta untuk mendaki Gunung Merapim," berdasarkan data bersama dibuat Polres Padangpanjang, Brimobda Sumbar, dan BPBD Kesbangpol padangpanjang. 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline