Australia Kirim Pesawat Pemadam Kebakaran Raksasa

Heli-Padamkan-Api-Pakai-Water-Bombing.jpg
(PENTAK LANUD ROESMIN NURJADIN)


RIAU ONLINE, JAKARTA - Australia menjadi salah satu negara yang memberi bantuan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Pemerintahan Australia sudah mengirimkan pesawat pemadam kebakaran raksasa beserta para penasihat terlatihnya.

 

Thor adalah nama pesawat pemadam kebakaran yang dimiliki Australia, dapat mengguyur 15 ribu liter air dalam sekali terbang. Dengan kemampuan pesawat pemadam kebakaran itu diharapkan mampu mengatasi kebakaran yang terjadi di wilayah Sumatera dan kalimantan. Selain itu, para pakar pemadam kebakaran dari udara yang berasal dari dua kawasan paling rawan kebakaran di dunia yakni negara bagian New South Wales dan Victoria juga akan dikirim.

 

Akhir pekan lalu sekelompok pejabat dari Australia sudah tiba di lokasi kebakaran untuk mempersiapkan kedatangan pesawat Tanker udara Hercules yang merupakan buatan Lockheed tersebut. (BACA JUGA: Inilah Kekuatan Asing Bantu Padamkan Api)

 

Sejak tahun 1990-an, Indonesia sudah mendapat bantuan dari Australia untuk menangani ancaman bahaya dari kebakaran hutan. Menurut Shane Fitzsimmons, komisioner Dinas Kebakaran Pedesaan New South Wales, upaya ini akan berhasil mengingat pengalaman terdahulu dalam berbagai situasi darurat kebakaran di negara-negara lain.

 

"Kami telah memiliki rekam jejak yang menunjukkan itu, bantuan kami untuk para sejawat kami di Kanada, Amerika Utara atau tempat-tempat seperti Afrika selama beberapa dasawarsa belakangan ini, profesionalisme dan pendekatan terhadap standar nasional dan internasional. Ini membuat saya yakin bahwa kami akan membaur relatif mulus ke dalam operasi-operasi lokal di sana meskipun kami perkirakan ada tantangan logistik seperti biasa," ujar Shane Fitzsimmons seperti dilansir dari laman voaindonesia.com, Selasa (13/10/2015).

 

Di beberapa wilayah di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand kualitas udara telah menunjukkan level berbahaya dikarenakan asap yang semakin pekat, akibanya siswa-siswa sekolah terpaksa harus diliburkan. Dampak dari asap ini juga mengakibatkan kerugian hingga miliaran dolar. Selain itu, lahan gambut juga lahan gambut yang merupakan daerah resapakn yang paling efektif juga hancur akibat kebakaran. (KLIK: Ini Penyebab Korban Asap Sulit Dievakuasi)

 

Menurut perkiraan Greenpeace, kebakaran yang terjadi di Indonesia dapat membuat karbondioksida lepas lebih banyak dibandingkan yang dilepaskan Inggris pada tahun ini. Untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di Indonesia malaysia dan Singapura telah siap membantu dan telah meminta bantuan dari pihak Jepang dan juga Rusia.

 

Bloomberg News mengatakn Singapura dan Malaysia sudah mengirimkan pesawatnya ke Palembang, Sumatera Selatan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di wilayah tersebut.

 

Sutopo Purwo Nugroho, jurubicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana menjelaskan, sebuah pesawat Hercules dan sebuah helikopter Chinook telah dikirimkan oleh pihak Singapura, sementara itu Malaysia juga menerbangkan pesawat CL415 bombardier beserta 12 awaknya selama dua pekan mendatang akan membantu memadamkan kebakaran dan tim dari Malaysia ini akan bermarkas di Pangkal Pinang provinsi Bangka Belitung.

 

"Tujuh helikopter dan tiga pesawat dari Indonesia, Singapura dan Malaysia “menjatuhkan bom air” di Sumatra Selatan, sedangkan sebuah pesawat CASA akan digunakan untuk “cloud seeding”, suatu upaya untuk mengubah presipitasi awan," kata Sutopo Purwo Nugroho.

 

Melalui Twitternya Ia menjelaskan hingga hari Minggu, terdapat 726 titik kebakaran di di wilayah Sumatera dan 182 ada di Kalimantan dan sejauh ini menurutnya ada 1,7 juta hektar lahan dan hutan di Indonesia yang terkena inbas kebakaran hutan tersebut.

 

Sebelumnya pada pekan lalu, Indonesia mendapat permintaan resmi yang dikirim oleh Singapura mengenai nama-nama perusahaan yang dianggap bertanggungjawab terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline