Bau Gambut Terbakar Iringi Kabut Asap Tebal di Hari Senin Ini

Kapal-Menembus-Kabut-Asap-Tebal.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kabut asap hari ini, Senin pagi, 5 Agustus 2019, semakin tebal. Warga Pekanbaru mencium bau gambut terbakar sisa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di dua daerah bertetangga dengan ibukota Provinsi Riau itu.

"Pagi-pagi dari ventilasi rumah tercium bau gambut sisa karhutla. Sakit hidung saya," ungkap Rafiq, warga Pekanbaru. 

Berdasarkan data Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Senin pagi, pukul 06.00 WIB, di Riau tercatat 33 titik panas. 

Dari jumlah tersebut, 19 di antaranya merupakan titik api dengan level confidence di atas 70 persen atau positif terbakar. 

"Perinciannya, Kabupaten Kepulauan Meranti 2 titik, Rokan Hilir 2, Hilir 2, Indragiri Hulu 2, Siak 6 dan Indragiri Hilir 8," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger. 

Edwar menjelaskan, sepanjang seharian kemarin, Minggu, 4 Agustus 2019, helikopter hilir-mudik padamkan api di tiga kabupaten dominan gambut wilayahnya. Ketiga kabupaten tersebut, Pelalawan, Siak, dan Indragiri Hilir (Inhil). 

 

Setidaknya sudah enam helikopter water bombing dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar lahan gambut tiga kabupaten tersebut. 

"Iya, kemarin enam unit heli kita kerahkan ke wilayah Pelalawan, Inhil dan Siak," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger.

Edwar mengungkapkan, akhir pekan lalu, Sabtu, 3 Agustus 2019, Satgas Udara Karhutla Riau mendapatkan tambahan satu unit helikopter jenis Kamov dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

"Tambahan satu unit heli jenis kamov dari BNPB sudah sampai di Riau dan siap untuk digunakan Satgas Udara Karhutla Riau," kata Wadan Satgas Ops Karhutla Riau ini.

Penambahan satu helikopter water bombing ini, maka sudah ada delapan unit bertugas memadamkan Karhutla di Riau. Periciannya, tujuh untuk memadamkan, satu lagi untuk patroli. 

Pemadaman Lewat Darat

Selain pemadaman melalui jalur udara dengan water bombing, pemadaman kebakaran lahan dan hutan juga dilakukan melalui jalur darat. 
Hingga Senin ini, Satgas darat terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan lokasi Karhutla dengan melakukan penyiraman di lahan terbakar. 

Berdasarkan catatan Satgas Karhutla Riau, total luas lahan terbakar di Riau sejak Januari hingga Minggu, 4 AGustus 2019 telah mencapai 4.376 hektare. Paling luas adalah Kabupaten Bengkalis 1.475 hektare.

Kemudian Rohil di urutan kedua dengan luas lahan terbakar 992 hektare, Siak 531 hektare, Inhil 388 hektare, Dumai 303 hektare, Meranti 232 hektare, Pelalawan 150 hektare, Kampar 108 hektare, Inhu 101 hektare, Pekanbaru 84 hektare, Kuansing 5 hektare dan yang paling sedikit adalah Rohul 2 hektare.