Aktual, Independen dan Terpercaya


Komunitas Perisai Salurkan Bantuan ke Desa Buluh Cina Kampar

Komunitas-Perisai.jpg
(ISTIMEWA)
 
 
Penulis: Wilna Sari
 
 
RIAU ONLINE, PEKANBARU - Setelah mengumpulkan dana masyarakat pekan lalu, komunitas pengendara motor Honda CB150R, Pekanbaru Riders of Streetfire (Perisai) menyalurkan bantuan tersebut untuk masyarakat korban banjir di Desa Buluh Cina Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.
 
 
Ketua Perisai Muhammad Iqbal mengatakan dipilihnya desa ini sebagai lokasi penyaluran bantuan karena situasi banjir yang cukup tinggi beberapa waktu lalu dan beberapa lokasi di daerah tersebut masih terendam banjir sampai saat ini.
 
 
"Dari survei yang sudah kami lakukan, sebelumnya situasi banjir di desa ini cukup parah dan beberapa rumah warga masih terendam banjir. Karena itu kami menyalurkan bantuan untuk masyarakat berupa sembako seperti beras, mi instan, gula, minyak goreng, telur, kopi, sarden, dan baju layak pakai," katanya usai menyerahkan bantuan di Desa Buluh Cina, Ahad (21/2/2016).
 
 
Iqbal mengatakan bantuan yang telah disalurkan itu berasal dari dana yang digalang di masyarakat pada pekan lalu, ditambah dengan sumbangan tiap anggota Perisai.
 
 
 
 
Pembagian bantuan ini bagi masyarakat setempat, diserahkan sepenuhnya oleh Perisai kepada aparatur Desa Buluh Cina, agar barang bantuan itu diterima langsung oleh masyarakat yang menjadi korban banjir.
 
 
Sementara itu Kepala Desa Buluh Cina Ralis yang akrab disapa Toro menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh anggota Perisai yang telah menyalurkan bantuan untuk masyarakat desanya.
 
 
"Kami sangat berterima kasih kepada Perisai, karena saat ini masyarakat kami memang sangat membutuhkan bantuan setelah direndam banjir hampir 3 minggu terakhir. Tapi dari 45 instansi yang datang memberi bantuan, baru Perisai dari pihak komunitas motor yang datang menyalurkan bantuan," katanya.
 
 
Toro menambahkan di desa itu terdapat empat dusun dengan total kepala keluarga sebanyak 450 dan jumlah penduduk sebanyak 1.662 jiwa.
 
 
Saat bencana banjir mulai merendam desa itu tiga pekan lalu, air mulai menggenangi wilayah tersebut hingga tinggi air mencapai 3 meter. Masyarakat mengalami kerugian seperti keramba ikan hanyut, ternak mati, kebun karet, sawit, padi, dan bawang pun mati karena terlalu lama terendam air.
 
 
Meski sempat surut, air kembali tinggi pekan lalu dan menyebabkan aktifitas keseharian masyarakat menjadi lumpuh, untuk bergerak harus menggunakan perahu atau sampan kayuh.
 
 
 
 
Hingga saat ini uluran tangan dari berbagai donatur terus berdatangan dan aparatur desa sudah lebih dari empat kali membagikan bantuan yang diterima itu kepada seluruh masyarakat yang ada.