RIAU ONLINE, PEKANBARU – Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Muhammad Sabarudi, memberikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kota Pekanbaru yang berhasil mencatatkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pertumbuhan ekonomi yang terus menunjukkan tren positif.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa roda perekonomian daerah bergerak ke arah yang lebih baik di tengah tantangan ekonomi nasional.
Sabarudi mengatakan, meningkatnya PAD dari sekitar Rp800 miliar menjadi Rp1,2 triliun pada 2025 merupakan bukti bahwa berbagai program pembangunan dan upaya optimalisasi pendapatan daerah mulai membuahkan hasil. Kondisi tersebut juga mencerminkan semakin meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.
"Ini merupakan capaian yang patut kita apresiasi. Kenaikan PAD dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan bahwa Pekanbaru memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Tentu ini harus dipertahankan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan dunia usaha," ujarnya, Selasa 21 Juli 2026.
Pernyataan Sabarudi sejalan dengan yang disampaikan Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, yang mengungkapkan bahwa total pendapatan asli daerah meningkat dari sekitar Rp900 miliar menjadi Rp1,3 triliun. Bahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru kini telah mencapai sekitar 8 persen.
Menurut politisi senior PKS ini, angka tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kota Pekanbaru, tetapi juga menunjukkan peran strategis ibu kota Provinsi Riau sebagai pusat perdagangan, jasa, dan pemerintahan yang mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menilai, keberhasilan tersebut harus diikuti dengan langkah konkret untuk menjaga iklim investasi agar tetap kondusif. Selain itu, pelayanan publik juga perlu terus ditingkatkan sehingga investor semakin percaya menanamkan modalnya di Pekanbaru.
"DPRD tentu akan mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat investasi, membuka lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," katanya.
Sabarudi juga mengingatkan agar peningkatan pendapatan daerah dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari tingginya angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat secara merata.
"Kita berharap pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat ini benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. PAD yang bertambah harus kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang semakin baik," tutupnya.

