RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ketua Komisi III DPRD Provinsi Riau Edi Basri menyayangkan sikap Direktur Sarana Pembangunan Riau (SPR) Muhammad Haris yang tidak menghadiri agenda hearing atau Rapat Dengar Pendapat di Komisi III DPRD Riau, tanpa keterangan yang jelas, pada Senin 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, agenda digelar berdasarkan permintaan pertemuan Direktur SPR untuk bertemu pimpinan DPRD Riau.
"Pimpinan disposisi ke Komisi III DPRD Riau. Kita gendakan hari ini, tadinya kita undur pukul 15.00 WIB, tapi katanya beliau tidak bisa karena ada agenda lain, jadi kita majukan pukul 13.00 WIB, ternyata hanya beberapa staf yang dikirim untuk menghadiri dan Direktur PT SPR tidak ada keterangan yang jelas atas ketidakhadirannya," ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya pun terpaksa membatalkan pertemuan tersebut. Padahal, pihaknya berharap bisa segera membahas persoalan-persoalan yang terjadi di SPR, dengan direktur yang baru terpilih tersebut.
"SPR inikan ada banyak masalah, begitu juga dengan anak perusahaannya. Kita mau tahu visi dan misi direktur barunya, membahas masalah-masalah ini, bagaimana karakter dirut dan sebagainya, tapi ternyata tidak datang seperti ini," jelasnya.
Pihaknya berharap masalah ini dapat dikoreksi dan tidak kembali terjadi di masa depan.

