RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komitmen menjaga keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan apel pagi yang dirangkaikan dengan program "Waktunya Sapa Warga Binaan" (Wak Sabi), Senin, 15 Juni 2026.
Kegiatan di awali dengan apel pagi yang diikuti seluruh jajaran petugas Lapas Pekanbaru dan dipimpin Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban, Heru Prabowo.
Dalam arahannya, Heru mengingatkan pentingnya kedisiplinan serta tanggung jawab setiap petugas dalam menjalankan tugas, terutama pada perbantuan piket malam yang menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan lapas.
Menurutnya, tugas piket malam tidak boleh dipandang sebagai rutinitas biasa karena memiliki peran strategis dalam mendeteksi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
"Perbantuan piket malam jangan dianggap sebagai rutinitas semata. Ini merupakan salah satu titik krusial dalam sistem pengawasan kita. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan pastikan seluruh kegiatan tercatat serta dilaporkan secara jelas dan akurat,” tegas Heru.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kewaspadaan melalui deteksi dini sebagai langkah preventif untuk mencegah munculnya gangguan keamanan.
“Kita tidak boleh menunggu masalah terjadi. Deteksi dini adalah kunci utama. Sekecil apa pun potensi gangguan harus segera dikenali dan diantisipasi sejak awal,” ujarnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan program Wak Sabi yang kali ini dilaksanakan di Blok D.
Dalam kegiatan tersebut, petugas turun langsung ke blok hunian untuk menyapa warga binaan, mendengarkan berbagai masukan, sekaligus memantau kondisi dan kebutuhan mereka secara langsung.
Program Wak Sabi menjadi salah satu pendekatan humanis yang terus dikedepankan Lapas Pekanbaru dalam membangun komunikasi yang baik antara petugas dan warga binaan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memastikan seluruh program pembinaan, pelayanan, dan pemenuhan hak warga binaan berjalan sesuai ketentuan.
“Melalui Wak Sabi, kami ingin memastikan seluruh warga binaan mendapatkan hak dan pelayanan yang sama tanpa diskriminasi. Semua harus berjalan secara adil, transparan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Heru.

