Prabowo Klaim Indonesia Berhasil Kembali Swasembada Beras Setelah Puluhan Tahun

Prabowo-Gaji-Hakim-Naik-Hingga-280-Persen-Setelah-12-Tahun-Tidak-Naik.jpg
Presiden Prabowo Subianto. (ANTARA/HO-BPMI)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyebut bahwa Indonesia akhirnya bisa kembali meraih swasembada beras setelah sekian puluh tahun. 

Pada pertemuan dengan Kadin Pusat dan Daerah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026 tersebut, Prabowo juga menyebut bahwa masih masih ada sebagian pihak yang meragukan capaian positif tersebut.

"Alhamdulillah kita sudah capai dalam waktu yang singkat ketahanan pangan, swasembada pangan," kata Prabowo, dikutip dari Liputan6.com.

"Di luar dugaan banyak orang, bahkan banyak yang tidak percaya sampai sekarang, tapi Alhamdulillah ini adalah hasil real, ini yang membuat kita percaya diri, confident. Apapun yang terjadi, kita yakin kita bisa jamin makan untuk bangsa Indonesia," imbuhnya.

Prabowo menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diraih karena membutuhkan proses panjang. 



"Ini bukan prestasi yang gampang. Ternyata, swasembada pangan baru kita alami lagi setelah sekian puluh tahun lalu, dan sekarang kita berhasil mencapainya," tuturnya.

Kepala Negara menerangkan bahwa urusan pangan merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan bangsa sekaligus persoalan ekonomi yang paling mendasar. 

"Pembangunan bangsa adalah usaha besar, di mana masalah yang paling krusial pada awalnya adalah masalah ekonomi. Masalah perut adalah ekonomi paling dasar," ucapnya.

"Anda sudah tahu, kalau saya bicara sejak berapa puluh tahun lalu pasti bicara masalah pangan dan masalah perut, karena ini adalah pelajaran dari ribuan tahun sejarah," sambung Prabowo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membeberkan kunci sebuah negara disebut sebagai negara yang berhasil maupun gagal. Salah satu kunci utamanya ada di bagian kerukunan elit bangsanya. Menurutnya, semua negara gagal disebabkan oleh elitnya yang ribut.

Prabowo menyampaikan perlu ada kerja sama dan kolaborasi antarelit untuk menjadikan negara yang berhasil. 

"Terutama yang kita belajar adalah memang perlunya suatu sinergitas antara elit, perlunya ada kerja sama kolaborasi. Semua bangsa yang berhasil elitnya bisa kerja sama, semua negara yang gagal elitnya ribut," kata Prabowo.