Maradona Peluk Islam di Masjid Raya An Nur Demi Meminang Sang Pujaan Hati

maradona-masuk-islam.jpg
Maradona Silitonga dan Danil bersyahadat dibimbing Pembimbing Mualaf Center An Nur Riau, Rubianto di Masjid Raya An Nur, Jumat, 12 Juni 2026. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Masjid Raya An Nur Provinsi Riau saat dua pria mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi memeluk agama Islam, Jumat, 12 Juni 2026.

Mereka Maradona Silitonga (39) dan Danil (24). Meski memiliki latar belakang dan alasan berbeda, keduanya mantap memilih Islam sebagai jalan hidup yang baru.

Prosesi pengucapan syahadat berlangsung di bawah bimbingan Pembimbing Mualaf Center An Nur Riau, Rubianto. 

Sebelum prosesi dimulai, Rubianto terlebih dahulu memastikan bahwa keputusan yang diambil keduanya benar-benar lahir dari hati nurani tanpa adanya tekanan ataupun paksaan dari pihak mana pun.

"Apakah saudara masuk Islam karena kemauan sendiri atau ada yang memaksa?" tanya Rubianto kepada keduanya.

Dengan tegas dan serentak, Maradona dan Danil menjawab, "Tidak ada yang memaksa."

Jawaban tersebut menjadi penegasan bahwa keputusan memeluk Islam merupakan pilihan pribadi yang telah dipertimbangkan secara matang.

Dalam kesempatan itu, Rubianto juga menanyakan kondisi keluarga keduanya, terutama mengenai keberadaan orang tua mereka. Maradona dan Danil mengaku masih memiliki kedua orang tua.


Mendengar hal itu, Rubianto berpesan agar keduanya tetap menjaga hubungan baik dengan keluarga meskipun nantinya terdapat perbedaan keyakinan.

"Tetap jaga hubungan baik dengan kedua orang tua karena itu ajaran Islam. Meski berbeda keyakinan, tetap hormati dan sayangi keduanya. Islam mengajarkan untuk berbakti kepada orang tua," pesan Rubianto.

Alasan keduanya memeluk Islam pun berbeda. Maradona Silitonga mengaku tertarik memeluk Islam karena ingin menikahi wanita yang dicintainya.

Keinginannya untuk membangun rumah tangga bersama pujaan hati menjadi salah satu faktor yang menguatkan langkahnya untuk mengenal dan kemudian memilih Islam.

Sementara itu, Danil memiliki alasan yang lebih personal. Pria berusia 24 tahun tersebut mengaku ingin memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

"Saya ingin berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap Danil.

Setelah mendapatkan sejumlah arahan dan penjelasan singkat mengenai dasar-dasar ajaran Islam, keduanya kemudian mengikuti tuntunan Rubianto dalam melafalkan dua kalimat syahadat.

Dengan suara lantang, Maradona dan Danil mengucapkan kalimat syahadat yang menjadi penanda resmi mereka memeluk agama Islam. Momen tersebut disaksikan sejumlah pengurus Mualaf Center An Nur Riau dan jamaah yang hadir.

Usai prosesi, Rubianto memberikan sejumlah nasihat kepada kedua mualaf agar terus belajar dan memperdalam pemahaman tentang Islam.

"Setelah ini jangan lupa mandi besar. Kemudian mulai belajar bacaan salat, memahami rukun iman dan rukun Islam, serta menghafal ayat-ayat pendek untuk bekal ibadah sehari-hari," ujarnya.

Rubianto juga menekankan pentingnya istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam.

Sebagai bentuk dukungan kepada para mualaf yang baru memeluk Islam, Mualaf Center An Nur Riau turut memberikan bingkisan berupa perlengkapan salat lengkap.