Faperta Unilak Kuliah Umum, Bedah Nilai Tukar Rupiah-Masa Depan Industri Perkebunan Riau 2026

narsum-kulia-umum-faperta-unilak.jpg
Dekan Faperta Unilak Dr. Amalia bersama narasumber Kuliah Umum. (Dok. Unilak)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menghadirkan diskusi strategis untuk mahasiswa dan pelaku agribisnis. 

‎‎Melalui program Kuliah Umum Fakultas Pertanian  membahas tema Ketidakstabilan Nilai Tukar Rupiah & Masa Depan Industri Perkebunan Riau: Tantangan, Risiko dan Strategi Adaptasi. Kegiatan digelar Kamis, 11 Juni 2026 di kampus Unilak Rumbai, Pekanbaru.

‎‎Narasumber kuliah umum ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, sebagai narasumber utama. Beliau Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Universitas Lampung dan President Asian Society of Agriculture Economists ASAE. ‎

‎Prof Bustanul membahas beberapa topik, seperti eksport cpo, kesejahteraan petani, industri sawit, hilirisasi, serta pertumbuhan ekonomi daerah.‎


“Kuliah ini kami desain untuk menjembatani teori akademik dengan realitas lapangan. Mahasiswa harus paham risiko makro seperti nilai tukar rupiah, supaya lulusan Agribisnis Unilak siap kerja di industri perkebunan BUMN maupun swasta,” ujar ‎Dekan Faperta Unilak Dr. Amalia.

Ia juga menekankan pentingnya kepekaan sosial dan empati terhadap petani sebagai nilai unggul lulusan Unilak.

‎Dijelaskan Dr Amalia, kuliah umum diikuti ratusan mahasiswa, peserta dapat mempertajam kemampuan analisis multidimensi ekonomi pertanian. Membuka ide penelitian skripsi/thesis seputar sawit dan CPO. Kesiapan karir di industri agribisnis, BUMN perkebunan, dan eksportir.

Kemudian,m emahami strategi adaptasi UMKM dan perusahaan menghadapi dolar dan networking dengan dosen S3 dan praktisi. 

Pelaksanaan kuliah umum terlaksana adanya kerja sama Faperta Unilak dan PERHEPI (Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia) Komda Pekanbaru.  Dihadiri juga oleh ketua perhepi komda pekanbaru Dr.Arifudin , SP.,MP dan Penasihat PERHEPI Ir.Fachri Yasin., M.Si.