Pekanbaru Masih Kekurangan 4.000 Kursi SMP, Pemko Gandeng 31 Sekolah Swasta

Wakil-Wali-Kota-Pekanbaru-Markarius3.jpg
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih menghadapi persoalan keterbatasan daya tampung sekolah menengah pertama (SMP) negeri untuk Tahun Ajaran 2026/2027.

Jumlah lulusan sekolah dasar (SD) yang terus meningkat belum sebanding dengan kapasitas penerimaan siswa baru di SMP negeri yang tersedia.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengungkapkan bahwa setiap tahun terdapat selisih cukup besar antara jumlah lulusan SD dengan kuota yang dapat ditampung oleh SMP negeri di Kota Pekanbaru.

Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, terdapat kekurangan sekitar 6.000 kursi jika dibandingkan dengan jumlah lulusan SD yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

"Lulusan SD kita itu banyak, sementara daya tampung SMP kita tidak sesuai dengan jumlah lulusan yang lebih besar. Ada selisih kurang lebih 6.000 anak," kata Markarius.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemko Pekanbaru menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan menggandeng sekolah-sekolah swasta untuk membantu menampung siswa yang tidak berhasil diterima di SMP negeri.

Menurut Markarius, pemerintah juga memastikan siswa dari keluarga kurang mampu tetap dapat melanjutkan pendidikan meskipun harus bersekolah di lembaga pendidikan swasta. Pemko akan menyiapkan dukungan pembiayaan agar tidak ada anak yang terhambat mengenyam pendidikan karena faktor ekonomi.


"Bagaimana kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta, bagi anak-anak kita yang tidak mampu nanti tetap kita biayai dari pemerintah. Yang penting jangan ada anak-anak kita yang tidak sekolah," ujarnya.

Saat ini, sebanyak 31 SMP swasta di Kota Pekanbaru telah menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Kehadiran sekolah swasta diharapkan mampu menjadi solusi sementara dalam mengatasi keterbatasan kursi di sekolah negeri.

"Kemarin sudah dirintis, ada 31 sekolah swasta yang siap menampung anak-anak kita tingkat SMP. Mudah-mudahan tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena tidak bisa masuk sekolah," tambahnya.

Meski demikian, Pemko Pekanbaru memperkirakan masih terdapat sekitar 4.000 kursi yang perlu dicarikan solusi tambahan. Artinya, keberadaan sekolah swasta belum sepenuhnya mampu menutupi kebutuhan daya tampung siswa pada tahun ajaran baru mendatang.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemko Pekanbaru juga tengah mempersiapkan pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) melalui program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) yang telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pembangunan sekolah baru tersebut diharapkan mampu menambah kapasitas pendidikan di Kota Pekanbaru sekaligus mengurangi kesenjangan antara jumlah lulusan SD dan ketersediaan kursi SMP negeri pada tahun-tahun berikutnya.

Sementara itu, pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Kota Pekanbaru Tahun Ajaran 2026/2027 dijadwalkan berlangsung pada 21 hingga 25 Juni 2026 secara daring. Sebelum memasuki tahapan pendaftaran, calon peserta didik diwajibkan mengikuti proses verifikasi dan validasi data yang telah dimulai sejak awal Juni.

Pemko Pekanbaru berharap berbagai langkah yang telah disiapkan dapat memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan dan tidak ada yang terpaksa putus sekolah akibat keterbatasan daya tampung.