RIAU ONLINE, PEKANBARU - Naposobulung (pemuda-pemudi) Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik XXII Riau menggelar kegiatan penginjilan (Zending) bertema "One Trip, One Impact" di HKBP Sungai Bantal, Resort Kacak, Pulau Rupat. Agenda ini berlangsung selama 4 hari, mulai dari 28 Mei 2026 hingga 1 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal dan mempelajari penginjilan yang dikemas dengan dalam kegiatan pengabdian berupa mengajar di SD Swasta Sending HKBP Sungai Bantal, penanaman bibit, dan pemberian pelayanan cek kesehatan gratis bagi jemaat dan masyarakat sekitar.
Para naposobulung pertama-tama diberikan pembekalan oleh oleh Pendeta Requel O.P. Nababan selaku Wakabid Zending HKBP.
Menurutnya, program ini juga bertujuan mengajarkan para pemuda dan pemudi untuk kembali melihat sejarah perjalanan penginjilan di Pulau Rupat serta metode penginjilan yang holistik.
"Ini juga adalah satu agenda besar dari Pengurus Naposobulung Distrik (PND) untuk mengaplikasikan ilmu kepada masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Pendeta Resort Kacak, Sei Bantal, Ginto Robinson mengatakan kegiatan ini juga merupakan bentuk pelayanan yang memberikan manfaat kepada jemaat dan masyarakat tanpa membeda-bedakan.
"Kegiatan dan Program yang sangat bermanfaat baik bagi jemaat dan masyarakat sekitar serta memberikan kesan yang baik kepada masyarakat bahwa Kristen terkhusus HKBP bisa masuk dan melayani baik jemaat maupun masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Naposo Distrik XXII Riau Paiyan Sitorus mengapresiasi semua pihak termasuk volunteer yang ikut sebanyak 28 orang dari berbagai gereja yang ada di Distrik XXII Riau.
"Sebagai pemuda yang akan melanjutkan tongkat estafet gereja HKBP, kita wajib mengetahui arti dan pentingnya Zending, khususnya di Pulau Rupat dan peran pemuda harus bisa berdampak serta menjadi berkat di tengah masyarakat," jelasnya.
Walau banyak rintangan dan tantangan namun Naposobulung mampu menjawab hal tersebut dan di buktikan dengan sebuah karya yang berdampak nyata secara langsung.
Koordinator Lapangan Zending, Junior Stefan Pandapotan Silalahi menjelaskan tantangan penginjilan saat ini hanyalah sebagian kecil dari perjuangan misionaris di masa lalu.
"Sebagai pemuda Kristen kita harus bisa melakukan dengan berbagai pihak yang tentunya dapat membantu untuk program pengabdian seperti ini," jelasnya.
Selain dari para donatur dan gereja-gereja yang membantu menyukseskan kegiatan tersebut banyak pihak luar yang terlibat seperti pengadaan bibit tumbuhan dari BKSDA dan beberapa alat kesehatan yang bersumber dari Pemkab Bengkalis yang diteruskan kepada Puskesmas Pancur Jaya.
"Hal ini menunjukkan bahwa Naposobulung tidak kaku bahkan mampu berkolaborasi dengan pemerintah dalam melaksanakan program pengabdian," pungkasnya.

