Pemberangkatan Gelombang Pertama Jemaah Haji Riau Tuntas, Kloter 12 Menuju Madinah

jemaah-indonesia-tiba-di-madinah.jpg
Kedatangan jemaah haji asal Indonesia di Bandara AMAA Madinah. (Foto: Dok. MCH via kumparan)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemberangkatan jemaah haji Provinsi Riau gelombang pertama berakhir dengan dilepasnya Kloter BTH 12 dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah, Selasa 5 Mei 2026.

Kloter terakhir pada gelombang pertama ini mengangkut 434 jemaah yang terdiri dari 2 Petugas Haji Daerah (PHD), 1 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 4 petugas kloter.

Rombongan diberangkatkan menggunakan pesawat Saudia dengan nomor penerbangan SV 5325 pada pukul 07.50 WIB dan dijadwalkan tiba di Madinah pukul 13.15 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dalam proses pemberangkatan, terdapat satu jemaah asal Kabupaten Rokan Hulu yang batal berangkat. Selain itu, tiga jemaah dari Kabupaten Siak dan Rokan Hulu masih menjalani perawatan di Batam, didampingi tiga orang pendamping.

Pada kloter ini juga tercatat adanya mutasi masuk, yakni satu jemaah dari Kloter BTH 03 asal Pekanbaru serta dua jemaah dari Kloter BTH 08 asal Rokan Hulu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan seluruh kloter gelombang pertama asal Riau kini telah diberangkatkan ke Arab Saudi.


“Hari ini genap 10 kloter jemaah haji asal Provinsi Riau yang tergabung dalam gelombang pertama telah diberangkatkan menuju Arab Saudi,” ujar Defizon, Rabu 6 Mei 2026.

Ia merinci, hingga 5 Mei 2026 sebanyak 4.422 jemaah dan petugas telah diberangkatkan melalui Bandara AMMA Madinah. Jumlah tersebut terdiri dari 4.357 jemaah haji, 20 PHD, 5 pembimbing KBIHU, serta 40 petugas haji.

Di sisi lain, masih terdapat sejumlah jemaah yang mengalami penundaan maupun batal berangkat. Tercatat 10 orang masih dirawat di Batam, 8 orang pendamping berada di Batam, 5 orang kembali ke daerah (3 sakit dan 2 pendamping), 2 orang sakit di daerah, 1 orang ditunda karena hamil saat masuk embarkasi, serta 1 orang jemaah wafat di daerah.

Defizon mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga dokumen penting, khususnya Kartu Nusuk, selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

“Kartu Nusuk merupakan identitas wajib bagi seluruh jemaah haji tahun ini. Kartu ini menjadi akses utama untuk memasuki Makkah, Madinah, Masjidil Haram hingga lokasi-lokasi suci lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kartu Nusuk merupakan kartu pintar resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang memuat data profil jemaah, informasi medis, serta jadwal kegiatan ibadah.

“Tanpa kartu ini, jemaah tidak dapat mengakses berbagai fasilitas, termasuk di kawasan Armuzna,” pungkasnya.