RIAU ONLINE, PEKANBARU - Satuan Brimob Polda Riau menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas dengan menggelar Upacara Pembukaan Latihan Pengendalian Huru-Hara (Latharpuan PHH).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon (Danyon) A Pelopor, AKBP Jhon Firdaus, dan dilaksanakan di Lapangan Hijau Mako Satuan Brimob Polda Riau.
Pelaksanaan latihan ini menjadi langkah strategis dan antisipatif dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk meningkatnya aktivitas penyampaian aspirasi masyarakat yang kerap terjadi di sejumlah daerah.
Terlebih, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kesiapan pengamanan menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei mendatang, yang identik dengan aksi unjuk rasa.
AKBP Jhon Firdaus menegaskan bahwa kemampuan Pengendalian Huru-Hara (PHH) merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki setiap personel Brimob sebagai pasukan elit Polri yang dituntut selalu siap dalam kondisi apapun.
"Melalui latihan ini, kita siapkan personel yang tidak hanya tangguh secara fisik dan taktis, tetapi juga mampu bertindak secara profesional dan humanis".
"Brimob harus hadir sebagai pelindung masyarakat dengan mengedepankan pendekatan persuasif serta komunikasi yang baik," ujar Jhon Firdaus, Senin, 6 April 2026.
Jhon juga menekankan pentingnya menjaga sikap dan perilaku selama bertugas di lapangan, khususnya saat menghadapi massa aksi.
Menurutnya, profesionalisme anggota Brimob tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari cara bertindak yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
"Setiap personel harus mampu mengendalikan diri, tidak mudah terpancing emosi, dan tetap mengedepankan prosedur yang berlaku. Kita ingin memastikan setiap kegiatan masyarakat, termasuk penyampaian aspirasi, dapat berjalan aman, tertib, dan lancar," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kehadiran Polri, khususnya Brimob, bukan semata sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang bertugas menciptakan rasa aman dan nyaman di tengah kehidupan sosial.
Latihan PHH ini sendiri meliputi berbagai materi, mulai dari formasi pengendalian massa, penggunaan perlengkapan taktis, hingga simulasi penanganan situasi kontinjensi.
Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis sekaligus kesiapsiagaan personel dalam menghadapi situasi riil di lapangan.
Kegiatan Latharpuan PHH ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung transformasi Polri menuju institusi yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).
Dengan peningkatan kapasitas dan profesionalisme personel, diharapkan kepercayaan publik terhadap Polri semakin meningkat.
"Latihan ini bukan hanya rutinitas, tetapi bentuk keseriusan kita dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami ingin memastikan bahwa Brimob selalu siap hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan yang profesional, responsif, dan humanis," tutupnya.

