RIAU ONLINE, PEKANBARU - Antrean kendaraan panjang di Pelabuhan Dumai - Rupat, selama momen mudik Hari Raya Idulfitri 1447 H, berdampak pada anjloknya harga kelapa sawit masyarakat di wilayah Kabupaten Bengkalis.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Riau, Khairul Umam saat agenda hearing Komisi IV DPRD Riau dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau, terkait penumpukan antrean panjang truk sawit di Rupat, Bengkalis, Kamis, 2 April 2026.
Ia menjelaskan, penurunan harga sawit terjadi karena ram-ram atau tempat penampungan sawit penuh. Ram itu penuh karena sawit tidak bisa dijual keluar akibat truk angkutan sawitnya tertahan di pelabuhan.
"Ram-ram itu tidak bisa mengambil sawit masyarakat lagi karena tadi tidak bisa menjual ke luar. Sehingga mereka menahan buah di penyeberangan. Jadi ram itu akan mengambil atau membeli sawit masyarakat kembali kalau sudah terjual yang ini sudah terjual dan baru berani mengambil lagi," ujar Khairul Umam.
"Akibatnya, kita mendapatkan informasi harga sawit masyarakat sampai turun hingga Rp1.700 per kilogram di tingkat petani, itu kan kasihan gitu. Padahal sekarang ini harga sawit di atas Rp3.000 per kilogram," ujarnya.
Menanggapi hal ini, ia menjelaskan pihak Dishub Riau sudah mengupayakan untuk menambah kapal di pelabuhan. Pelabuhan juga menambah jam operasional hingga jam 00.00 WIB untuk mengangkut truk-truk yang masih tertahan.
"Pihak Dishub akan menambah kapal juga menjadi 3 unit sebelum tanggal 10 April ini. Jadi, antrian truk juga sudah mulai diurai," pungkasnya.

