RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ajang bergengsi iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” 2026 sukses menghadirkan semangat kreativitas dan budaya di Mall SKA Pekanbaru, Rabu, 1 April 2026.
Kompetisi yang telah dibuka sejak 16 Oktober 2025 ini mencatat antusiasme luar biasa dengan total 710 pendaftar dari 227 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Memasuki tahap Kurasi Offline Pekanbaru, sebanyak 16 grup semifinalis terpilih terdiri dari 10 tim SMA/SMK dan 6 tim perguruan tinggi menampilkan kemampuan terbaik mereka.
Setiap grup membawakan dua tarian, yakni koreografi dengan lagu tema “Inspirasi Diri” serta satu koreografi bebas yang menggambarkan identitas dan kreativitas masing-masing.
Lagu “Inspirasi Diri” sendiri menjadi daya tarik utama dalam kompetisi ini. Karya kolaboratif antara iForte bersama musisi Yura Yunita dan Eross Candra ini memadukan musik pop dengan sentuhan senandung bahasa Toraja dan chanting Indonesia.
Lagu tersebut semakin kaya dengan penggunaan 11 alat musik tradisional dari berbagai daerah seperti Papua, Sumatera Barat, Jawa Tengah, hingga Bengkulu.
Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri berpengalaman, di antaranya Dian Bokir, Wan Harun Ismail, dan Rusmedie Agus, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas serta kesiapan peserta di Pekanbaru.
Hasilnya, SMK Negeri 1 Pekanbaru (Badelau Smekansa) berhasil meraih juara pertama kategori SMA/SMK, disusul SMA Dharma Yudha Pekanbaru di posisi kedua dan SMA Negeri 2 Dumai di posisi ketiga.
Sementara itu, kategori perguruan tinggi dimenangkan oleh Institut Seni Indonesia Padang Panjang (Aua Salilik), diikuti Universitas Islam Riau (Sanggar Selodang A) dan Sanggar Selodang B.
Juara pertama dari masing-masing kategori akan melaju ke babak Grand Final yang akan digelar di Jakarta pada April 2026, bersaing dengan perwakilan dari 12 regional lainnya di seluruh Indonesia.
Bunga Nuraini dari SMK Negeri 1 Pekanbaru mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian timnya.
"Kami berterima kasih kepada Allah, guru, dan teman-teman yang telah mendukung kami. Proses ini kami jalani cukup lama, sekitar enam bulan. Semoga ke depan kami bisa meraih prestasi lebih tinggi, bahkan hingga tingkat internasional," ujarnya.
Hal senada disampaikan Stevi Amelia Putri dari Institut Seni Indonesia Padang Panjang. Ia mengenang perjuangan timnya menuju Pekanbaru.
"Kami sangat terharu. Perjalanan dari Padang Panjang yang biasanya lima jam menjadi sepuluh jam karena macet, tapi semua lelah terbayarkan saat kami meraih juara satu".
"Tarian kami mengangkat filosofi Tigo Tungku Sajarangan, yakni Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiak Pandai," jelasnya.
Sementara itu, Vice President Director & Deputy CEO iForte, Silvi Liswanda, mengapresiasi antusiasme masyarakat dan kualitas peserta di Pekanbaru.
"Antusiasme warga Pekanbaru luar biasa. Kreativitas siswa dan mahasiswa sangat menginspirasi. Dari 710 peserta di seluruh Indonesia, Pekanbaru menghadirkan 16 grup dengan penampilan yang sangat menarik dan kental dengan nuansa budaya lokal," katanya.
Silvi juga menambahkan bahwa kompetisi ini digelar di 13 kota di Indonesia, seperti Bandung, Batam, Palembang, hingga Makassar, bahkan melibatkan peserta dari wilayah timur seperti Biak dan Papua.
"Kami melihat potensi besar dari Riau. Persiapan peserta semakin matang dan kualitasnya terus meningkat," pungkasnya l.
Grand Final iForte National Dance Competition “Inspirasi Diri” 2026 dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 di Jakarta, menghadirkan 13 grup siswa dan 13 grup mahasiswa terbaik dari seluruh regional.
Ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi panggung bagi generasi muda untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia melalui seni tari. Dengan semangat “Inspirasi Diri”, para peserta diharapkan mampu membawa nama daerah sekaligus mengharumkan Indonesia di kancah yang lebih luas.

