Operator Warnet Jadi Korban Penganiayaan dan Perampokan, HP dan Uang Raib

Ilustrasi-Kekerasan.jpg
Ilustrasi (Shutterstock)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Aksi kekerasan sekaligus perampokan terjadi di sebuah warnet di kawasan Rumbai, Kota Pekanbaru. Seorang perempuan yang merupakan operator warnet menjadi korban penganiayaan brutal yang dilakukan oleh seorang pria tak dikenal, Kamis, 26 Maret 2026 sekitar pukul 14.30 WIB.

Peristiwa itu terjadi di Bali Net yang beralamat di Jalan Sembilang. Korban diketahui tengah bekerja seperti biasa sebagai operator warnet saat kejadian berlangsung. Berdasarkan kronologi yang dihimpun dari pihak keluarga korban, pelaku sudah berada di lokasi sejak pagi hari, sekitar pukul 10.00 WIB.

Ia menyewa satu unit komputer dan beraktivitas layaknya pelanggan biasa. Saat itu, kondisi warnet masih ramai dengan pengunjung yang silih berganti, terutama pengguna jasa print. Memasuki siang hari, sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku mulai menanyakan biaya penggunaan komputer kepada korban.

Korban pun menjawab bahwa biaya yang harus dibayar sebesar Rp16.000. Tidak lama berselang, pelaku kembali menanyakan total biaya sewa, dan korban menyebutkan nominal Rp17.000.

Situasi warnet yang mulai sepi menjadi titik awal kejadian mengerikan tersebut. Saat hanya tersisa pelaku dan korban di dalam ruangan, pelaku mendekati meja operator sambil memastikan kembali jumlah tagihan.

“Masak iya kak sudah Rp17.000?” tanya pelaku.


Untuk meyakinkan, korban kemudian mengarahkan layar komputer ke arah pelaku agar dapat melihat langsung rincian biaya tersebut. Pelaku sempat menyetujui nominal itu dan berdalih akan membayar.

“Tunggu ya kak, kawan aku mau antar uang,” ujar pelaku.

Korban bahkan sempat memberikan opsi agar pelaku menjemput uang terlebih dahulu tanpa meninggalkan barang. Namun pelaku kembali beralasan dan mencoba meminjam handphone korban dengan dalih ingin menghubungi temannya.

Korban menolak secara halus dan kembali menyarankan pelaku untuk menjemput uangnya. Namun, secara tiba-tiba situasi berubah drastis.
Pelaku langsung melakukan aksi kekerasan dengan menyerang korban secara brutal.

Kepala korban dihantamkan ke dinding dan lantai berkali-kali. Tidak hanya itu, pelaku juga sempat menodongkan gunting ke arah wajah korban untuk melumpuhkan perlawanan.

Meski dalam kondisi terdesak, korban berusaha melawan sekuat tenaga hingga akhirnya pelaku panik dan melarikan diri dari lokasi kejadian.
Pelaku kabur menggunakan sepeda motor jenis Honda Revo berwarna hijau.

Dalam aksinya, ia berhasil membawa kabur satu unit handphone iPhone 15 milik korban serta uang tunai sekitar Rp80.000 dari kotak kas warnet.
Namun, pelaku juga meninggalkan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, di antaranya sebuah jam tangan dan satu sandal jepit.

Barang bukti tersebut telah diserahkan oleh pihak keluarga korban kepada pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan.

Terpisah, Kanitreskrim Polsek Rumbai, Iptu Dodi Vivino mengaku tengah memburu pelaku perampokan dan penganiayaan tersebut.

"Kita sudah kumpulkan bukti dan minta keterangan saksi korban. Saat ini kita sedang memburu pelaku," singkat mantan Kanitreskrim Polsek Kulim dan Bukit Raya itu.