RIAU ONLINE, PEKANBARU - Provinsi Riau kembali menjadi daerah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di wilayah Sumatera. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tercatat sebanyak 57 hotspot terdeteksi di Riau.
Secara keseluruhan, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 121 titik. Selain Riau, hotspot juga terdeteksi di sejumlah provinsi lain seperti Aceh 19 titik, Jambi 14 titik, Bangka Belitung 10 titik, Sumatera Utara 8 titik, Sumatera Selatan 6 titik, Kepulauan Riau 5 titik, Sumatera Barat 1 titik, dan Lampung 1 titik.
Di Provinsi Riau, sebaran titik panas tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak yakni 15 titik, disusul Indragiri Hilir 12 titik dan Bengkalis 11 titik.
Rinciannya, Kabupaten Kampar terdapat 7 titik, Indragiri Hulu 4 titik, Kuantan Singingi 3 titik, Kota Dumai 3 titik, serta Kabupaten Siak 2 titik.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Minimnya potensi hujan pada hari ini berpotensi menyebabkan kondisi lahan menjadi lebih kering.
Forecaster On Duty BMKG, Mari Frystine, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Potensi hujan yang sedikit dapat menyebabkan lahan menjadi kering. Kami mengimbau masyarakat untuk membasahi lahan di pekarangan agar tidak berdebu serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu terjadinya karhutla,” ujarnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi saat kondisi cuaca kering di wilayah Riau.

