Perkuat Pembinaan Rohani Warga Binaan, Lapas Pekanbaru Gandeng Kemenag

Kelapas-Pekanbaru-kemenag.jpg
Kelapas Pekanbaru, Yuniarto, dan Kepala Kemenag Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, usai penandantanganan MoU. (Dok. Lapas Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru berkomitmen dalam membina Warga Binaan dengan menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru.

Lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kemenag Kota Pekanbaru, Lapas ingin meningkatkan pembinaan mental dan spiritual di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis untuk memastikan pembinaan kepribadian warga binaan berjalan lebih terarah dan terukur.

"Kami meyakini bahwa pembinaan kepribadian, khususnya di bidang keagamaan, memiliki peran sentral dalam membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku warga binaan," ujar Yuniarto, Senin, 2 Maret 2026.

"Melalui MoU ini, kami ingin memastikan program pembinaan dapat berjalan secara sistematis, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata," katanya.

Menurutnya, pembinaan mental dan spiritual merupakan fondasi penting dalam proses pemasyarakatan. Ia menekankan bahwa tujuan akhir dari pembinaan di dalam Lapas bukan semata menjalani masa pidana, melainkan mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke tengah masyarakat dengan bekal moral dan kesadaran hukum yang lebih baik.

"Tujuan akhir dari pembinaan di Lapas adalah reintegrasi sosial. Kami ingin warga binaan keluar dari sini sebagai pribadi yang lebih matang, memiliki kesadaran hukum, serta mampu berkontribusi secara positif di lingkungan sosialnya," tambahnya.


Lebih lanjut, Yuniarto menjelaskan bahwa melalui kerja sama ini, berbagai program pembinaan keagamaan akan diperkuat, mulai dari penyuluhan agama rutin, pendampingan rohani, hingga kegiatan pembinaan karakter yang terstruktur. 

Ia berharap kolaborasi ini juga mampu meningkatkan kualitas kegiatan keagamaan yang selama ini telah berjalan di Lapas.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Pekanbaru, Syahrul Mauludi, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Ia menyebut bahwa pembinaan keagamaan bagi warga binaan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

"Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam pembinaan umat, termasuk warga binaan di Lapas," katanya.

"Kami siap mendukung melalui penyediaan penyuluh agama, peningkatan intensitas kegiatan keagamaan, serta kolaborasi dalam program pembinaan mental spiritual yang berkelanjutan," ungkap Syahrul.

Syahrul menambahkan bahwa pendekatan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri, memperkuat nilai moral, serta menumbuhkan harapan baru bagi warga binaan untuk memperbaiki kehidupan mereka.

"Pendekatan spiritual mampu menyentuh sisi terdalam manusia. Kami berharap kehadiran para penyuluh agama nantinya dapat memberikan motivasi, penguatan iman, serta membimbing warga binaan agar memiliki semangat untuk berubah ke arah yang lebih baik," jelasnya.

Dengan adanya Nota Kesepahaman ini, kedua belah pihak sepakat untuk menyusun program kerja yang konkret dan terukur, sehingga sinergi yang terbangun tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk kegiatan pembinaan yang konsisten.

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian dan keagamaan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru.