RIAU ONLINE, PEKANBARU — Kondisi parkir kendaraan yang semrawut di depan Pasar Buah Sudirman, Jalan Jenderal Sudirman, terus menuai keluhan masyarakat.
Hingga kini, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru dinilai belum melakukan penertiban secara maksimal meski persoalan tersebut telah berlangsung bertahun-tahun.
Parkir kendaraan milik pengunjung yang memakan bahu jalan kerap menyebabkan kemacetan di salah satu ruas jalan protokol utama Kota Pekanbaru. Kondisi ini semakin parah pada sore hingga malam hari saat kawasan Pasar Buah dipadati aktivitas masyarakat.
Di lapangan, juru parkir bahkan terlihat memarkirkan mobil hingga dua lapis di badan jalan. Situasi tersebut membuat ruang kendaraan yang melintas semakin sempit dan memicu antrean panjang, sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Padahal, kawasan Pasar Buah Sudirman telah memiliki lahan parkir khusus. Namun, lemahnya pengawasan membuat fasilitas tersebut tidak dimanfaatkan secara optimal. Banyak pengunjung memilih parkir di tepi jalan demi akses yang lebih dekat, meskipun jelas melanggar aturan lalu lintas.
Akibatnya, pengendara yang melintas kerap harus mengurangi kecepatan secara mendadak atau berpindah jalur secara tiba-tiba karena bahu jalan dipenuhi kendaraan parkir. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Seorang pengguna jalan, Ipung, mengaku sering terganggu saat melintasi kawasan tersebut, terutama pada jam sibuk.
“Pemerintah buat jalan separuhnya untuk parkir Pasar Buah. Setorannya besar kali ya?” ujarnya, Jumat 24 Februari 2026.
Ia juga menyoroti keberadaan juru parkir yang kerap berdiri di tengah jalan untuk mengarahkan kendaraan parkir, sehingga memperparah kemacetan dan meningkatkan potensi kecelakaan.
Menurutnya, persoalan ini seharusnya dapat diatasi jika pengelolaan parkir dilakukan secara tertib dan lahan parkir yang tersedia dimanfaatkan secara maksimal.
“Wajib dibenahi dan dikelola dengan baik parkirannya. Pasar Buah sendiri punya lapangan parkir, jadi tidak perlu lagi parkir di badan jalan sampai dua lapis,” katanya.

