RIAU ONLINE, INHU - Sebuah video yang viral di media sosial TikTok memicu perhatian publik terhadap dugaan aktivitas tambang emas ilegal yang beroperasi di aliran sungai di Desa Petonggan, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau.
Video yang diunggah oleh akun @pemburuodgjindonesia itu memperlihatkan seorang pria yang secara lantang menyuarakan protesnya sambil menunjuk ke arah lokasi tambang di tengah sungai yang airnya tampak menguning.
Dalam video berdurasi 50 detik itu, pria bertopi itu menyampaikan kekecewaannya kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia meminta pemerintah pusat turun tangan melihat langsung kondisi yang menurutnya ancaman serius bagi lingkungan dan keselamatan masyarakat.
"Halo Pak Prabowo, Pak Presiden, coba lihat itu Pak,” ucapnya dalam video sambil menunjuk ke arah aktivitas tambang. “Apa tidak bencana lagi terjadi ini? Sebentar lagi longsor dan hancur.”
Air sungai yang menguning diduga akibat aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah tersebut.
Warga dalam video itu juga menyinggung berbagai bencana yang pernah terjadi di Pulau Sumatera, seperti di wilayah Sumatera Barat dan Aceh, yang menurutnya tidak lepas dari kerusakan lingkungan akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Pulau Sumatera ini bisa hancur gara-gara orang seperti itu,” katanya lagi dengan nada tinggi.
Ia bahkan menuding adanya pembiaran dari para pimpinan daerah. “Para petingginya bobrok juga, dibiarkan saja. Nanti kalau sudah terjadi bencana, nangis-nangis minta bantuan.”
Tuduhan tersebut menjadi sorotan warganet, terutama terkait dugaan lemahnya pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal di wilayah Indragiri Hulu.
Dalam video itu, pria tersebut juga menyebut bahwa para pelaku tambang ilegal bersembunyi ketika ada sorotan publik.
“Itu mereka pada sembunyi semua, ada semua di dalam dan takut dia,” ujarnya.
Akun TikTok tersebut menyatakan akan melaporkan langsung persoalan ini kepada Presiden dan pemerintah pusat, karena menilai aparat dan pimpinan setempat seolah tidak peduli dan membiarkan aktivitas ilegal tersebut terus berlangsung di aliran sungai Inhu.
Isu tambang ilegal di Riau memang bukan persoalan baru. Aktivitas PETI kerap menjadi perhatian karena dampaknya yang luas, mulai dari pencemaran air, kerusakan ekosistem sungai, ancaman longsor, hingga potensi konflik sosial.
Selain itu, praktik ini juga merugikan negara dari sisi pendapatan dan pajak. Sorotan publik kini tertuju pada sikap dan langkah konkret para pimpinan daerah serta aparat penegak hukum.
Masyarakat mempertanyakan komitmen mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menegakkan hukum secara tegas tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun aparat terkait mengenai aktivitas tambang ilegal yang disebut-sebut masih beroperasi di Desa Petonggan tersebut.
Namun desakan publik terus menguat agar ada tindakan nyata sebelum kerusakan lingkungan semakin parah dan bencana benar-benar terjadi.

