Jadwal Sekolah Siswa SD di Pekanbaru Saat Ramadan, Wajib Baca Alquran

Siswa-sd-di-hari-pertama-sekolah.jpg
Ilustrasi - Hari pertama sekolah di SDN 110 Kota Pekanbaru, Senin 15 Juli 2024 (LARAS OLIVIA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Pekanbaru akan menjalani penyesuaian jadwal belajar yang lebih singkat selama Ramadan tahun ini. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Syafrian Tommy, menjelaskan bahwa meski terdapat masa libur di awal bulan puasa, aktivitas di sekolah akan tetap berjalan dengan fokus pada penguatan karakter dan ibadah bagi para siswa.

Berdasarkan kalender akademik dan surat edaran resmi yang diterbitkan Disdik Pekanbaru, seluruh siswa SD dijadwalkan libur pada 18-22 Februari 2026. Kegiatan belajar mengajar akan kembali aktif pada 23 Februari dengan skema jam belajar yang dipersingkat. 

“23 Februari, kegiatan pembelajaran kembali dimulai dengan penyesuaian jam belajar,” katanya.

Khusus bagi siswa kelas I sampai kelas III SD, jam pulang sekolah dipercepat menjadi pukul 11.00 WIB setelah masuk pada pukul 08.00 WIB. Sementara itu, bagi siswa kelas IV hingga kelas VI SD, kegiatan di sekolah akan dilanjutkan dengan program peningkatan Iman dan Takwa (Imtak) serta Program Pekanbaru Cinta Alquran.

Dalam program tersebut, para siswa akan dibimbing oleh guru untuk membiasakan membaca Alquran hingga waktu Zuhur tiba. Setelah melaksanakan salat Zuhur berjamaah, seluruh peserta didik diperbolehkan pulang.


“Setelah salat Zuhur, peserta didik dipersilakan kembali ke rumah,” jelas Tommy.

Di sisi lain, kebijakan berbeda berlaku bagi jenjang Taman Kanak-kanak (TK) dan PAUD yang diputuskan untuk libur total selama satu bulan penuh sepanjang Ramadan.

Selain perubahan jadwal harian, para siswa juga diminta tetap menjaga konsentrasi belajar karena akan menghadapi Penilaian Tengah Semester (PTS) di tengah bulan puasa. Khusus untuk siswa kelas VI SD, Disdik mengingatkan agar mulai mencicil persiapan menghadapi tes kemampuan akademik yang dijadwalkan setelah Idulfitri. 

“Khusus bagi siswa kelas akhir, yakni kelas VI SD dan kelas IX SMP, kami juga mengingatkan agar mulai mempersiapkan diri menghadapi tes kemampuan akademik yang rencananya akan dilaksanakan setelah Ramadan,” pungkasnya.

Guna memastikan aktivitas anak tetap terkontrol, Disdik mengimbau orang tua untuk aktif memantau pelaksanaan Amaliah Ramadan anak di rumah agar tercipta keseimbangan antara ibadah dan pendidikan formal.