RIAU ONLINE, PEKANBARU - Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap PSPS Pekanbaru atas dua pelanggaran berbeda yang seluruhnya dilakukan oleh oknum suporter.
PSPS Pekanbaru harus menerima konsekuensi atas berbagai insiden yang terjadi dalam pertandingan. Pelanggaran pertama, Komdis mencatat adanya nyanyian tidak pantas yang ditujukan kepada perangkat pertandingan saat berhadapan dengan Adhyaksa FC, pada Jumat, 23 Januari 2026.
Tidak hanya itu, situasi semakin memanas dengan adanya tindakan meludahi rombongan Tim Adhyaksa FC Banten serta pelemparan terhadap bus yang mengangkut tim tamu tersebut. Insiden ini dinilai mencederai semangat fair play dan mencoreng citra kompetisi.
Atas kejadian tersebut, PSPS Pekanbaru dijatuhi sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan dengan kehadiran penonton sebanyak satu kali saat berstatus sebagai tuan rumah.
Selain itu, suporter PSPS Pekanbaru melakukan pelanggaran berupa pelemparan air minum kemasan ke arah perangkat pertandingan dari Tribun Barat. Tindakan ini dinilai membahayakan keselamatan dan mengganggu jalannya pertandingan.
Untuk pelanggaran ini, Komdis menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp15 juta kepada PSPS Pekanbaru, seperti dilansir dari laman resminya PSSI, Kamis, 12 Februari 2026.
Rangkaian sanksi ini menjadi peringatan keras agar seluruh elemen suporter dapat lebih menjaga sikap dan menjunjung tinggi sportivitas, demi keberlangsungan kompetisi yang aman dan kondusif.
Sebelumnya, suporter PSPS Pekanbaru meneriaki wasit yang memimpin pertandingan dengan kata tidak pantas saat klubnya gagal mendapatkan penalti di menit ke-38.
Umpatan tersebut dilontarkan suporter PSPS Pekanbaru usai Viery Donny Ariyanto melakukan diving usai berhadapan dengan penjaga gawang Adhyaksa FC, Chairil Zul Azhar.
Wasit sempat menunjuk titik putih dan memberikan penalti untuk tuan rumah, PSPS Pekanbaru.
Kemudian pemain Adhyaksa FC protes sehingga wasit melakukan cek VAR. Setelah dicek, ternyata Viery Donny Ariyanto sengaja menjatuhkan diri (diving) agar mendapatkan penalti.
Namun wasit tidak menganggap itu sebagai pelanggaran untuk Adhyaksa dan memberikan kartu kuning kepada Viery Donny Ariyanto.
Saat pertandingan kembali dilanjutkan, ribuan suporter PSPS Pekanbaru kembali meneriaki wasit dengan sebutan mafia. Pertandingan kedua tim berlangsung sengit dan sering terjadi jual beli serangan.

