RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan dan medali Vira Satya Manava Raksaka Pasu kepada Reno, anjing K9 Polda Riau, Sang Pahlawan Kemanusiaan, Rabu, 4 Februari 2026.
Penyerahan penghargaan ini diwakili oleh Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan di lantai 6 Mapolda Riau dan dihadiri oleh sejumlah kalangan dan pecinta satwa.
Aktivis Lingkungan dan Pemerhati Kesejahteraan Hewan, Melanie Subono mengatakan, belum ada jajaran atau instansi yang memberikan penghargaan kepada hewan.
"Di Indonesia baru di Riau, saya setuju dengan hal ini. Ini kegiatan untuk mengenang dedikasi Reno terhadap Polda Riau. Reno adalah pahlawan, semoga ini tidak berhenti disini, saya percaya kepada Polda Riau," kata Melanie Subono.
Asisten Sumber Daya Manusia Polri, Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto dalam sambutannya mengatakan, kita bangga bahwa Polda Riau sangat menghargai dedikasi termasuk kepada Reno.
"Selama ini kita tak punya aturan memberikan penghargaan kepada satwa. Setelah kita koordinasi dengan Dir Satwa, ternyata telah dikonsep. Karna Reno inilah kita semua jadi tergugah dan karena Reno inilah kita buatkan aturannya dalam pemberian penghargaan," kata Brigjen Budhi.
Dari cerita Kapolda, kami menangkap bahwa Reno adalah hewan pemberani dan telah mencari korban dalam bencana.
"Tugasnya bukan kemanusiaan saja, termasuk pelacakan sehingga kami menganugerahkan gelar Vira Satya Manava Raksaka Pasu dalam arti hewan pemberani penjaga kemanusiaan," ungkapnya.
Penghargaan ini tidak hanya untuk satwa Polri, tapi juga untuk hewan-hewan non-Polri. "Mudah-mudahan ini menjadi yang terbaik untuk masyarakat, agar polisi lebih dekat dengan masyarakat," pungkasnya.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, penghargaan terhadap anjing pelacak Reno K9 ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah di Indonesia.
Reno dilatih oleh Brigadir Fernando Hosea Sinaga sejak usia satu tahun. Reno telah menjadi handler selama tujuh tahun terakhir. Reno gugur saat menjalankan misi kemanusiaan di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada pada 30 November 2025 lalu.
Sebelumnya, Reno, penghargaan dari Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan. Penganugerahan ini digelar dalam acara bertajuk Reno K9 Sang Pahlawan Kemanusian di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Minggu, 1 Februari 2026.
Anjing berusia 8 tahun 4 bulan ini merupakan pahlawan dalam misi kemanusiaan pada bencana di Palembayan Sumatera Barat (Sumbar). Anjing jenis herder ini mati saat menjalankan tugas usai melacak korban bencana alam.
Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, penghargaan ini sebagai penguatan makna kesetiaan atau loyalitas tanpa pamrih.
"Kita hadir bersama untuk menguatkan makna kemanusiaan yang dilakukan oleh seekor anjing. Kita menguatkan makna itu dengan terus mengenang yang dilakukan oleh Reno," ujar Irjen Hery kepada beritasatu, Minggu Pagi.
Kapolda menuturkan bahwa Reno merupakan bagian keluarga besar Polda Riau. Reno bukan sekedar anjing pelacak, tapi anjing ini memberikan contoh tentang arti loyalitas. Dia mengenang sosok Reno merupakan contoh dedikasi dan arti sebuah kesetiaan.
"Reno bekerja tanpa pamrih di dalam hening tanpa mengharapkan imbalan dan penghargaan. Kita harus sama-sama menguatkan tentang makna loyalitas dan kesetiaan. Makna ini yang kita akan dikenang. Nilai-nilai yang diberikan oleh Reno dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan," tuturnya.

