RIAU ONLINE, PEKANBARU - Upaya menjaga keamanan dan ketertiban terus menjadi prioritas utama di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru. Sebagai bentuk komitmen nyata tersebut, jajaran Lapas kembali melaksanakan razia rutin di sejumlah blok hunian warga binaan, sebagai langkah strategis dalam mencegah potensi gangguan keamanan dari dalam.
Razia yang digelar secara insidentil ini dipimpin langsung oleh Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) di bawah koordinasi Heru Prabowo. Kegiatan tersebut difokuskan pada deteksi dini keberadaan barang-barang terlarang, mulai dari alat komunikasi ilegal, senjata tajam rakitan, hingga benda lain yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan Lapas.
Dengan pendekatan humanis namun tetap tegas, petugas menyisir setiap kamar hunian secara menyeluruh. Proses pemeriksaan dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), serta tetap menjunjung tinggi nilai profesionalitas dan hak-hak warga binaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, menegaskan bahwa razia ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan strategis pemerintah pusat dalam rangka mewujudkan Lapas yang bersih, aman, dan berintegritas.
"Razia rutin ini tidak hanya sekadar kegiatan pengawasan, tetapi merupakan wujud nyata komitmen kami dalam menjalankan arahan pimpinan".
"Keamanan menjadi fondasi utama agar seluruh program pembinaan dapat berjalan optimal. Hal ini sejalan dengan upaya kami mendukung penuh 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," ujar Yuniarto, Selasa, 20 Januari 2026.
Menurutnya, lingkungan yang aman dan kondusif akan memberikan ruang yang lebih efektif bagi pembinaan kepribadian dan kemandirian warga binaan, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem pemasyarakatan.
Sementara itu, Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Pekanbaru, Heru Prabowo, menambahkan bahwa intensifikasi razia dan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk langkah preventif.
"Kami berkomitmen memperkuat fungsi keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Razia ini adalah bagian dari strategi deteksi dini agar tidak ada ruang bagi potensi gangguan kamtib".
"Langkah ini sekaligus menjadi akselerasi dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berintegritas sesuai dengan target 15 program aksi kementerian," tegas Heru.
Heru juga menjelaskan bahwa seluruh hasil temuan dari razia akan didata secara administratif dan dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Tidak hanya fokus pada pengamanan fisik, Lapas Pekanbaru juga terus mengedepankan pendekatan pembinaan melalui penguatan mental dan pembinaan kedisiplinan kepada warga binaan.

