RIAU ONLINE, KAMPAR – Seorang ibu di Kampar, Nurul, menyampaikan aduannya secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto setelah buah hatinya, Aira, diduga diberhentikan secara sepihak dari PAUD Melati Air Tiris.
Kesedihan Nurul memuncak setelah ia memprotes ketidaksesuaian anggaran paket Makan Bergizi Gratis (MBG), yang justru berujung pada pesan dari pemilik sekolah agar anaknya tidak lagi datang belajar dengan dalih mencari tempat lain.
Nurul mengungkapkan, selama lima hari anaknya, Aira, hanya menerima tiga paket MBG. Padahal sebelumnya ia mendapat informasi bahwa anggaran MBG ditetapkan sebesar Rp8.000 per anak per hari atau total Rp40.000 untuk lima hari. Namun nilai paket yang diterima diperkirakan hanya sekitar Rp6.000 per paket, sehingga totalnya sekitar Rp18.000.
Kasus ini viral setelah Nurul mengunggah keluhannya di media sosial dan mendapat perhatian luas dari warganet.
Tak hanya itu, Nurul juga mengaku menerima pesan dari pemilik PAUD Melati Air Tiris. Dalam pesan tersebut, ia diminta agar keesokan harinya tidak lagi mengantar anaknya ke PAUD tersebut, dengan alasan anak diminta beristirahat di rumah, mencari tempat lain, atau memilih MBG yang berbeda.
“Kini anak saya kena berhentikan dari sekolah Pak Prabowo, saya memang tidak berduit Pak,” ujarnya di dalam video yang diunggah.
Kasus ini menjadi sorotan tajam karena program MBG merupakan kebijakan prioritas nasional yang digagas langsung oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan gizi anak sekolah di seluruh Indonesia.
Tindakan pihak sekolah yang diduga memberhentikan siswa karena kritik terhadap penyaluran program unggulan pemerintah ini dinilai sangat mencederai semangat pemerataan akses pendidikan dan kesehatan yang sedang digalakkan.

