RIAU ONLINE - PSSI tinggal menunggu waktu untuk mengumumkan dan menunjuk John Herdman sebagai juru taktik skuad Garuda.
Pembahasan mengenai penunjukan John Herdman telah dilakukan dalam rapat Exco PSSI yang digelar pada 17–18 September 2025 di Jakarta. Sebagian besar anggota Exco menyatakan persetujuan untuk menunjuk mantan pelatih Timnas Kanada tersebut sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Sementara saat ini, PSSI masih berada dalam tahap negosiasi dengan John Herdman. Proses tersebut mencakup kesepakatan kontrak serta sejumlah detail teknis lain yang harus disetujui kedua belah pihak.
Jika negosiasi berjalan lancar, pengumuman resmi akan dilakukan langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
Lantas, seberapa hebat juru taktik asal Inggris itu?
Rekam jejak John Herdman terbilang bagus dalam membangun tim nasional dari nol hingga tampil di panggung dunia.
Pelatih berusia 50 tahun dikenal sebagai spesialis proyek jangka menengah. Ia bukan pelatih instan, tetapi desain fondasi kuat yang mampu mengubah tim non-unggulan menjadi kompetitor serius.
Sang pelatih mulai dikenal luas ketika menangani Timnas Wanita Kanada pada 2011 hingga 2018. Di tangannya, Kanada menjelma menjadi kekuatan yang mengerikan.
Puncaknya, saat dia membawa Kanada meraih medali perunggu pada Olimpiade 2012. Itu merupakan prestasi pertama sepanjang sejarah sepak bola Kanada.
Pencapaian itu kembali diulangi pada Olimpiade Rio 2016. Ia juga mempersembahkan dua gelar CONCACAF Women's Championship dan membawa Kanada menduduki stabil di papan atas peringkat FIFA, seperti dilansir dari Suara.com, Sabtu, 20 Desember 2025.
Prestasi Herdman semakin lengkap ketika dipercaya menangani Timnas Pria Kanada pada 2018. Hasilnya luar biasa. Kanada tampil sebagai juara babak kualifikasi CONCACAF Piala Dunia 2022, mengungguli Amerika Serikat dan Meksiko.
Di Piala Dunia 2022 Qatar, meski gagal lolos dari fase grup, Kanada mencatat sejarah dengan mencetak gol perdana di ajang Piala Dunia dan tampil agresif menghadapi lawan-lawan kuat.
Keunggulan utama John Herdman bukan sekadar trofi. Dia dikenal piawai membangun mentalitas pemain, karakter tim, dan budaya kerja profesional.
Meski demikian, Herdman belum memiliki pengalaman di sepak bola Asia. Namun, justru karakter pembangun tim inilah yang dinilai cocok dengan kebutuhan Timnas Indonesia saat ini.

