Kawasan Stadion Utama Riau Ditertibkan, Lapak PKL Disulap Jadi Lebih Rapi

penertiban-pkl-di-stadion-utama.jpg
Petugas Satpol PP Pekanbaru mendampingi pedagang melakukan pembongkaran. (ANTARA/HO-Humas Pemko Pekanbaru)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Penertiban dilakukan di kawasan sekitar Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru. Upaya ini dilakukan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru guna menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menuturkan penertiban tersebut bukan untuk melarang pedagang kaki lima (PKL) berjualan.

"Kami ingin menata kawasan agar lebih rapi dan menghilangkan bangunan permanen yang berdiri di lokasi," kata dia.

Penertiban dilakukan usai adanya berbagai laporan warga terkait kondisi kawasan tersebut. Selain aksi begal, kawasan itu juga diduga menjadi lokasi aktivitas yang meresahkan warga.

Meski begitu, Agung menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi PKL untuk berjualan di kawasan tersebut.

"Penertiban ini bukan untuk menggusur pedagang atau melarang mereka berjualan. Yang kami tertibkan adalah bangunan permanen yang ada di kawasan tersebut. Pedagang tetap boleh berjualan, tetapi harus ditata dengan baik," ujar Agung.



Rencananya, kawasan Jalan Naga Sakti akan ditata seperti PKL di Jalan Cut Nyak Dien. Pedagang tetap berjualan di lapak yang lebih tertata dan seragam.

Pemko Pekanbaru bahkan tengah menyiapkan anggaran untuk menyediakan tenda yang layak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang kurang mampu.

"Kami ingin para pedagang tetap bisa mencari nafkah, tetapi dengan kondisi yang lebih tertib. Kami juga berencana membantu menyediakan tenda yang lebih baik sehingga kawasan ini terlihat rapi dan nyaman," ungkap Agung.

Penataan juga bertujuan menghilangkan keberadaan tenda-tenda tertutup yang dinilai berpotensi disalahgunakan. Terlebih lagi, petugas kerap menemukan barang-barang yang mengindikasikan adanya aktivitas yang tidak semestinya.

"Kami tidak menganggap semua pedagang melakukan hal yang negatif. Banyak juga yang berjualan dengan baik. Namun, penataan ini dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan menciptakan kawasan yang lebih aman," ucap Agung.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru telah menyampaikan pemberitahuan kepada warga dan pedagang. Langkah tersebut mendapat persetujuan dari warga sekitar.

"Hal ini demi meningkatkan keamanan dan ketertiban di sekitar Stadion Utama Riau," pungkas Agung.