Amankan Nataru: 1.160 Personel Dikerahkan, 53 Posko Pengamanan Dirikan di Riau

Kapolda-usai-apel-ops-lilin5.jpg
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan usai memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning, Jumat, 19 Desember 2025. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sebanyak 1.160 personel gabungan disiapkan Polda Riau untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di seluruh wilayah Provinsi Riau. 

Ribuan personel tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari Polda Riau, TNI Angkatan Darat, Polairud, Brimob, PMI, Satpol PP, hingga relawan dari berbagai stakeholder terkait.

Pengamanan Nataru tahun ini dikemas dalam Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 yang akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai Sabtu, 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menjelaskan bahwa seluruh personel gabungan tersebut akan disebar di 53 posko pengamanan yang telah disiapkan di titik-titik strategis.

"Sebanyak 1.160 personel akan ditempatkan di 31 pos pengamanan, 16 pos pelayanan, dan 6 pos terpadu. Seluruh pos ini disiapkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru," ujar Irjen Herry Heryawan, Sabtu, 20 Desember 2025.

Jenderal bintang dua itu merinci, pengamanan akan difokuskan pada sejumlah objek vital dan pusat aktivitas masyarakat. 

Tercatat ada 1.468 gereja, 30 pusat perbelanjaan, 15 terminal, empat bandara, 22 pelabuhan, 141 objek wisata, serta 93 lokasi perayaan malam pergantian tahun yang menjadi perhatian utama aparat kepolisian.


"Seluruh lokasi tersebut berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat. Karena itu, pengamanan dilakukan secara maksimal dengan melibatkan unsur lintas sektoral," jelasnya.

Selain pengamanan, Lulusan Akpol 1996 itu juga menekankan pentingnya langkah preventif dan humanis, termasuk pengaturan lalu lintas, pelayanan kepada masyarakat, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan kamtibmas dan bencana alam.

Irjen Herry turut mengimbau masyarakat agar merayakan Natal dan Tahun Baru secara sederhana. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di tiga provinsi tetangga yang saat ini tengah mengalami musibah bencana alam.

"Kita laksanakan perayaan Nataru secara sederhana sebagai bentuk empati dan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang masih dalam tahap rehabilitasi pascabencana," tegasnya.

Kapolda juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar perayaan berlebihan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

"Kami mengimbau agar tidak ada perayaan berlebihan, pawai di jalan raya, ataupun kegiatan di ruang terbuka yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan bersama," tutupnya.