Kepemimpinan Irjen Herry Heryawan Diuji Dua Insiden Tahanan Kabur di Riau

Kapolda-Irjen-Herry2.jpg
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Stabilitas pengamanan di bawah kepemimpinan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, kini tengah menjadi sorotan tajam menyusul terjadinya dua insiden pelarian tahanan. 

Setelah sebelumnya jagat publik dikejutkan dengan kaburnya belasan tahanan di Polres Kampar, kini kejadian serupa kembali terulang di Polres Rokan Hilir (Rohil) yang menunjukkan adanya celah serius dalam prosedur pengamanan.

Dua peristiwa pelarian ini menciptakan catatan merah di akhir tahun 2025 bagi jajaran Polda Riau. Meski pencarian intensif telah dilakukan, hingga saat ini sejumlah tahanan dari peristiwa pertama masih belum berhasil diringkus kembali.

Sementara kasus terbaru di Rohil menambah beban evaluasi bagi institusi kepolisian di Bumi Lancang Kuning terkait standar operasional prosedur penjagaan para tahanan.

Bobolnya Benteng Polres Kampar: 11 Tahanan Melarikan Diri

Insiden besar terjadi pada Rabu dini hari, 14 Mei 2025, ketika 11 orang tahanan di Polres Kampar berhasil meloloskan diri dengan cara menggergaji ventilasi udara di dinding sel. 

Kelompok pelarian ini terdiri dari tujuh tersangka kasus narkoba dan empat tersangka pencurian dengan pemberatan. Mereka adalah Marianto Damanik, Feri Rahmadi, M Hafiz Zulhakim, Otrianus, Okta Epandri, Nederlandsen, Ahma Zahri Andika, Asep Irawan, Rohman Ais, Romi Mahardika, dan Jon Elfiyadi.


Aksi ini terbilang sangat berani karena terjadi hanya berselang satu jam setelah patroli rutin petugas Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) menyatakan kondisi aman. Pelarian pertama kali sekitar pukul 02.04 WIB setelah seorang tahanan lain berteriak memberitahu petugas bahwa ventilasi telah jebol. 

Kapolres Kampar, AKBP Mihardi Mirwan, segera mengerahkan seluruh jajaran Reskrim dan Intelkam untuk melakukan penyisiran, namun hingga pertengahan Desember ini, belum seluruh tahanan berhasil dibawa kembali ke sel.

Satu Tahanan Polres Rohil Kabur, Modus Izin ke Kamar Mandi

Belum usai persoalan di Kampar, insiden kedua terjadi di Polres Rohil pada Rabu, 10 Desember 2025. tahanan  kasus pencurian dengan pemberatan, Hendri, melarikan diri saat tengah menjalani proses pemeriksaan di ruang Unit I Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Rohil. 

Berbeda dengan kasus Kampar yang menggunakan alat gergaji, Hendra memanfaatkan kelengahan petugas dengan modus meminta izin menggunakan kamar mandi.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, menjelaskan bahwa petugas mulai curiga saat pelaku tidak memberikan respons dari dalam kamar mandi.

Setelah pintu didobrak secara paksa, petugas hanya menemukan jendela yang sudah terbuka dan pakaian tahanan yang ditinggalkan di lantai sebagai upaya untuk mengelabui pengejaran. Hal ini memperkuat dugaan bahwa rencana pelarian tersebut telah dipersiapkan secara matang.

Menanggapi dua insiden beruntun tersebut, Polda Riau menyatakan telah mengambil langkah-langkah strategis termasuk melakukan evaluasi internal menyeluruh di tingkat Polres maupun Polsek. 

Selain melakukan pengejaran fisik yang dibantu penuh oleh personel Polda Riau, tim internal juga mendalami adanya potensi pelanggaran prosedur oleh personel yang bertugas saat kejadian berlangsung.

Penanganan kasus ini diklaim dilakukan secara profesional dan transparan guna mengembalikan kepercayaan publik serta memastikan keamanan fasilitas kepolisian. 

Kini, jajaran Polda Riau di bawah arahan Irjen Pol Herry Heryawan dihadapkan pada tantangan besar untuk segera menangkap sisa tahanan yang masih berkeliaran di tengah masyarakat.