RIAU ONLINE, PEKANBARU - Situasi penuh haru dan kebingungan mewarnai pemberitaan terkait nasib Ipda Angga Mufajar, salah satu personel Polda Riau yang hilang dalam peristiwa longsor di kawasan Jembatan Kembar, Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Kamis, 27 November 2025.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, sempat mengunggah status WhatsApp pada Kamis malam sekitar pukul 21.15 WIB, yang menyampaikan kabar bahwa Ipda Angga Mufajar telah meninggal dunia.
Dalam unggahan itu, Kapolda juga menyertakan foto dan ucapan belasungkawa. Namun tidak lama setelah status tersebut dipublikasikan, unggahan itu tiba-tiba dihapus.
Penghapusan tersebut diduga berkaitan dengan protes dari istri Ipda Angga Mufajar, yang menyatakan bahwa hingga saat ini suaminya belum ditemukan dan belum ada kepastian resmi mengenai kondisinya.
Kepastian mengenai masih berlangsungnya proses pencarian disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto.
"Kami tegaskan bahwa Ipda Angga Mufajar sampai saat ini belum ditemukan. Tim masih melakukan pencarian di lokasi longsor," singkat Kombes Anom, Jumat, 28 November 2025
Diketahui, Ipda Angga Mufajar bersama Brigadir Tri Irwansyah dan seorang sopir berangkat dari Polda Riau menuju Kota Padang.
Dalam perjalanan, kendaraan mereka diduga terseret arus lumpur dan material longsor. Brigadir Tri Irwansyah ditemukan meninggal dunia dan telah berada di RS Bhayangkara Polda Sumbar, sementara dua lainnya masih hilang.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian korban masih terus berlangsung dengan melibatkan Basarnas, TNI–Polri, relawan, dan alat berat.

