Kuasa Hukum Kawal Rekonstruksi Kasus Satrio, Desak Polisi Tangkap Pelaku Buron

rekonstruksi-kasus-satrio.jpg
Polsek Bukit Raya melaksanakan rekonstruksi kasus penganiayaan Satrio Wardhana Ramadhan, Jumat, 28 November 2025. (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Rekonstruksi kasus penganiayaan yang menewaskan Satrio Wardhana Ramadhan digelar oleh penyidik Polsek Bukit Raya, Jumat, 28 November 2025.

Proses rekonstruksi tersebut turut dihadiri kuasa hukum korban, Al Fikri, serta kedua orang tua almarhum. 

Namun, Orang tua korban tidak mampu mengikuti seluruh rangkaian adegan karena masih diliputi duka mendalam atas kepergian sang putra.

"Kita hadir bersama orang tua korban Satrio Wardhana Ramadhan melihat rekonstruksi, namun orang tua korban tidak mampu melihat karena masih berat hati dan mengalami luka mendalam," ujar Al Fikri usai Rekontruksi.

Al Fikri menyebut pihak keluarga sangat berharap proses hukum terhadap para pelaku berjalan transparan dan memberikan rasa keadilan. Ia pun menegaskan pihaknya akan terus mengawal perkara tersebut hingga tuntas.


"Yang jelas upaya hukum terus kita lakukan dan kita berkoordinasi dengan Polsek Bukit Raya mengawal kasus ini, juga berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum terkait pasal untuk para pelaku," tegasnya.

Al Fikri juga menyoroti status salah satu pelaku berinisial DPU Budi Utomo alias Budi Toyo yang hingga kini masih buron. Ia meminta pihak kepolisian segera memberikan perhatian khusus untuk melakukan pencarian.

"Terhadap pelaku DPU Budi Utomo alias Budi Toyo, kami berharap Polsek Bukit Raya segera melakukan atensi pencarian supaya terungkap fakta sebenarnya," ujarnya.

Al Fikri mengungkapkan bahwa dalam rekonstruksi ditemukan beberapa adegan yang dinilai tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya. Namun, pihaknya tetap menyerahkan proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.

"Ada beberapa adegan yang tidak sesuai dengan rekontruksi, tapi saya percaya proses penegakan hukum kita serahkan semua ke Polsek dan Kejaksaan Negeri Pekanbaru," jelasnya.

Keluarga korban menyampaikan harapannya agar pelaku dihukum seberat-beratnya dan kematian Satrio tidak sia-sia.

"Harapan pihak keluarga, anaknya mendapatkan keadilan atas apa yang dialami Satrio Wardhana hingga tewas dianiaya," tutupnya.