Sebulan Berlalu, Penganiaya Wardhana Hingga Tewas Masih Buron

Anak-Tewas-Dihajar-Massa-Karena-Dituduh-Mencuri-Abdul-Hamid-Tidak-Ada-Damai.jpg
Abdul Hamid, Ayah Satrio Wardhana Ramadhan, korban pengeroyokan hingga tewas di Pekanbaru. (Rahmadi Dwi Putra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sebulan lebih kasus penganiayaan berujung pada kematian remaja 19 tahun di Jalan Duyung, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis, 23 Oktober 2025 lalu hingga kini 24 November 2024 masih menjadi misteri.

Satrio Wardhana Ramadhan korban penganiayaan oleh sekelompok warga setempat dan ketua RW masih menyisakan luka bagi orangtua korban. Orang tua korban, Abdul Hamid meminta polisi bekerja ekstra keras untuk menangkap pelaku utama. Budi Utomo alias Budi Toyo. 

"Saya hanya ingin keadilan untuk almarhum anak saya. Sudah sebulan lebih pelaku utama belum ditangkap, apa kesulitan polisi menangkapnya," ujar Abdul Hamid dengan mata berkaca-kaca, Senin, 24 November 2025.

Abdul Hamid masih merasa terpukul dengan kepergian anak semata wayangnya meski sudah lewat satu bulan kejadian maut menimpa anaknya tersebut. 


"Mohon berikan keadilan untuk keluarga kami," pungkasnya. 

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Berry Juana Putra mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap pelaku utama. 

"Otak pelaku masih buron. Inisial B," singkat Kompol Berry, Jumat, 21 November 2025

Terkait apa kendala yang dihadapi pihak kepolisian melakukan penangkapan kepada otak pelaku, Kompol Berry tidak menjelaskannya.