RIAU ONLINE, PEKANBARU — Rangkaian seleksi jabatan untuk posisi camat dan lurah di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru resmi tuntas.
Ratusan aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti proses seleksi kini tinggal menunggu hasil akhir dan pelantikan, yang dijadwalkan berlangsung pada November 2025.
“Assessment camat dan lurah sudah selesai. Kita menunggu keputusan dari tim seleksi, dan nanti akan diserahkan kepada Pak Wali setelah beliau selesai dari Lemhanas,” ujar Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, Senin 10 November 2025.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat ini tengah mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI di Jakarta selama 14 hari. Setelah Agung kembali ke Pekanbaru, pelantikan pejabat hasil seleksi akan segera dilakukan.
“Pelantikan kita tunggu Wali Kota pulang dari Lemhanas,” lanjut Markarius.
Lelang jabatan kali ini mencakup 15 posisi camat dan 83 posisi lurah di seluruh wilayah Kota Pekanbaru. Total, terdapat 58 pelamar untuk jabatan camat dan 111 pelamar untuk jabatan lurah yang dinyatakan lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan ujian kompetensi.
Ujian tersebut dilaksanakan di Kantor BKN Regional XII Pekanbaru sejak 14 Oktober 2025 dengan menggunakan sistem Computer Assisted Competency Test (CACT). Sistem ini memastikan proses seleksi berjalan transparan dan hasilnya langsung dapat diketahui setelah ujian selesai.
“Seleksi dilakukan secara terbuka dan objektif. Tidak ada intervensi dari pihak manapun,” tegas Pj Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, Rabu 15 Oktober 2025.
Setelah ujian kompetensi, para peserta juga mengikuti tes psikologi dan wawancara sebagai tahapan akhir penilaian. Zulhelmi menargetkan seluruh rangkaian seleksi rampung dalam bulan ini agar pejabat terpilih segera dapat dilantik dan bekerja di lapangan.
“Harapan kita, dalam bulan ini seluruh rangkaian bisa selesai. Kita ingin mendapatkan camat dan lurah yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan pelayanan terbaik,” ujar Zulhelmi.
Melalui proses seleksi terbuka ini, Pemko Pekanbaru berupaya memastikan jabatan strategis di tingkat kecamatan dan kelurahan diisi oleh ASN yang berintegritas, profesional, dan memiliki kemampuan manajerial yang kuat, sehingga dapat memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat akar rumput.

