Tangan Diborgol, Abdul Wahid Pakai Rompi Oranye di KPK

Tangan-Diborgol-Abdul-Wahid-Pakai-Rompi-Oranye-di-KPK.jpg
Gubernur Riau, Abdul Wahid tampak mengenakan rompi oranye dan borgol di Gedung Merah Putih KPK, Rabu, 5 November 2025.

RIAU ONLINE, JAKARTA - Gubernur Riau, Abdul Wahid yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pekanbaru, Senin, 3 November 2025 akhirnya berada di gedung Merah Putih KPK.

Abdul Wahid dibawa penyidik KPK bersama Kepala Dinas PUPR, Muhammad Arif Setiawan dan beberapa Kepala UPT lainnya. Terbaru, dengan tangan terborgol, Abdul Wahid tampak menggunakan rompi oranye KPK dengan nomor di dada kanan 94 pada Rabu, 5 November 2025 siang.

Wahid hanya tersenyum tipis saat masuk ke dalam Gedung KPK dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan Penyidik KPK. Hingga kini, publik masih menunggu pernyataan resmi dari KPK tentang penetapan tersangka dari OTT KPK beberapa hari sebelum.

Diberitakan, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya melakukan penyitaan uang valuta asing jenis Dollar dan Poundsterling di rumah Gubernur Riau, Abdul Wahid yang ada di Jakarta.


Hal tersebut disampaikan Budi Prasetyo saat konferensi pers bersama awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 4 November 2025 malam.

"Untuk uang-uang yang diamankan, dalam bentuk rupiah diamankan di Riau dan untuk uang dalam bentuk dolar dan poundsterling diamankan di Jakarta, yakni di salah satu rumah milik saudara AW," ujar Budi Prasetyo.

Adapun secara keseluruhan uang yang disita, KPK mengungkapkan sudah menyita Rp1,6 miliar yang diduga bukan penyerahan uang perdana kepada kepala daerah di Riau.

Dari total 10 orang yang di OTT KPK, Budi Prasetyo menyebutkan, ada Kepala Dinas PUPR Riau, Sekdis PUPR, Lima Ka UPT, Tenaga Ahli, hingga Kepala Daerah atau Gubernur Riau, Abdul Wahid.

Terkait siapa saja yang akan jadi tersangka, Budi Prasetyo menjelaskan kalau dirinya akan mengumumkan hari, Rabu, 5 November 2025.

"Berapa yang ditetapkan sebagai tersangka, dan siapa saja, besok siang akan kami umumkan dalam konferensi pers selanjutnya," tutup Budi.