RIAU ONLINE, PEKANBARU - Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kota Pekanbaru menargetkan pembentukan 667 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau.
Kepala KPPG Pekanbaru Dr Syartiwidya mengatakan, dari target tersebut, yang sudah dibangun baru 251 SPPG. Di antaranya, 180 SPPG sudah bisa dioperasikan secara penuh dan 71 lainnya sedang menunggu penerbitan Virtual Account (VA) sebelum dapat beroperasi.
"Dengan jumlah itu, penerima manfaat MBG di Riau sudah mencapai 586.074 siswa dari 2.422 sekolah, mulai dari PAUD sampai SMA, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB)," ujarnya, Rabu, 29 Oktober 2025.
Menurutnya, program MBG bukan hanya menyediakan makanan gratis bagi siswa. Tetapi juga telah menggerakkan roda ekonomi daerah.
Jika diestimasikan, satu dapur MBG melayani sekitar 3.000 penerima manfaat, maka dapur itu masing-masing akan menerima dana Rp450 juta per dua minggu. Anggaran ini untuk bahan makanan, operasional dan sewa tempat.
Dengan estimasi ini, potensi perputaran MBG di Riau mencapai Rp82 miliar setiap dua minggu. Setiap dapur diperbolehkan bekerjasama dengan 10 -15 pemasok dari UMKM lokal.
"Bahan pangan seperti sayur, ikan, dan kebutuhan lainnya diutamakan berasal dari wilayah setempat untuk memastikan perputaran ekonomi lokal tetap hidup. Kami arahkan sebisa mungkin menggunakan supplier yang dekat dari dapurnya, agar uang beredar di masyarakat sekitar. Dengan begitu, UMKM semakin terlibat dalam mendukung ketahanan pangan daerah," pungkasnya.

