RIAU ONLINE, INHU - Seorang petani yang sedang mencari damar di kawasan Sungai Balam, Dusun Nunusan, Desa Rantau Langsat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), nyaris dimangsa harimau, Senin, 21 Oktober 2025.
Pria bernama Butet alias Bantet (27) selamat, meski menderita luka akibat gigitan harimau di kaki dan lutut.
"Sekitar pukul 07.30 pagi saya masuk ke hutan seperti biasa untuk cari damar. Saat sampai di daerah Sungai Balam, saya dengar suara harimau. Tapi saya tetap lanjut karena memang setiap hari kerja di situ," ujar Butet, Rabu, 22 Oktober 2025.
Saat bekerja, Butet melihat tiga ekor harimau dewasa mendekat dengan cepat. Satu di antaranya langsung menerkam kaki kirinya.
"Saya tendang kuat-kuat pakai kaki kanan, tapi yang satunya malah gigit lutut kanan saya. Saya panik, saya pukul sekuat tenaga pakai tangan kanan," jelas Butet sambil menunjukkan bekas luka gigitan di kakinya.
Beruntung, tindakan spontan Butet membuat harimau-harimau tersebut mundur dan akhirnya pergi meninggalkan lokasi.
Dalam keadaan terluka dan kesakitan, Butet berlari sejauh sekitar 45 menit menuju pondok tempat rekan-rekannya biasa beristirahat. Di sana, ia mendapat pertolongan awal dan warga segera melapor ke pemukiman terdekat.
Perjalanan menuju Puskesmas Batang Gansal tidaklah mudah. Butuh waktu sekitar 1,5 jam berjalan kaki dari pondok ke Dusun Nunusan.
Korban dibawa menggunakan transportasi air menuju Dusun Lemang, lalu diteruskan dengan ambulans desa ke puskesmas.
Dr. Hary, dokter yang menangani Butet di Puskesmas Batang Gansal, mengatakan bahwa korban mengalami luka serius dan membutuhkan penanganan lebih lanjut.
"Kami sudah memberikan perawatan pertama, namun melihat kondisi luka pada bagian kaki korban, kami akan segera merujuk pasien ke RSUD Indrasari Rengat untuk penanganan lanjutan," ujar Dr. Hary.
Sementara itu, Kepala Resort Siambul, Roni Gultom, mengonfirmasi bahwa pihaknya akan melaporkan kejadian ini ke Kepala Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) untuk koordinasi lebih lanjut terkait langkah mitigasi dan pengamanan kawasan.
Roni menduga harimau yang menyerang berada di wilayah teritori yang sudah lama tidak terganggu. Bisa jadi karena ada tekanan habitat atau kelangkaan mangsa.
"Ini akan kami tindak lanjuti dengan patroli dan pemasangan kamera jebak (camera trap) untuk memantau pergerakan satwa,” tutup Roni Gultom.

