Fasilitas Umum Jadi Sasaran ‘Rayap Besi’, DPRD Pekanbaru Soroti Lemahnya Pengawasan

Anggota-Komisi-IV-DPRD-Kota-Pekanbaru-Hamdani.jpg
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani. (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Aksi pencurian fasilitas publik di Kota Pekanbaru kembali marak. Terbaru, puluhan nozzle air mancur di kawasan Tugu Selais, Jalan Jenderal Sudirman, raib digondol orang tak dikenal (OTK).

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Hamdani MS SIP, menyatakan keprihatinannya. Ia menilai aksi “rayap besi” yang terus berulang ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan perlunya langkah tegas dari pemerintah serta aparat penegak hukum.

“Kita berharap pertama pengawasan dari OPD terkait. Di sini ada peran Satpol PP dan keamanan lingkungan. Karena beberapa waktu ini memang banyak fasilitas publik yang dicuri oleh orang tidak bertanggung jawab,” ujar Hamdani, Selasa 14 Oktober 2025.

Politisi PKS ini menegaskan, pencurian fasilitas publik tidak hanya merugikan pemerintah daerah, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna langsung. Ia mendorong agar pelaku segera diusut dan diberikan sanksi tegas.

“Kemarin saya lihat di media sosial ada pantauan CCTV. Dari situ bisa ditindaklanjuti dan ditindak tegas, supaya tidak terjadi lagi hal-hal seperti itu. Karena ini fasilitas publik, kalau dirusak atau dicuri, masyarakat juga yang rugi,” tegasnya.


Selain nozzle air mancur di Tugu Selais, sejumlah fasilitas lain seperti kursi taman dan pagar besi di jalan protokol juga kerap menjadi sasaran pencurian. Kondisi ini, kata Hamdani, tidak hanya merusak keindahan kota, tetapi juga menghambat kenyamanan warga.

“Ini jelas merusak keindahan kota dan membuat fasilitas publik tidak bisa digunakan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hamdani mengimbau agar masyarakat tidak bersikap acuh jika melihat aksi perusakan atau pencurian di lingkungan sekitar. Menurutnya, kepedulian warga sangat dibutuhkan untuk mencegah tindak kejahatan terhadap aset publik.

“Kepekaan masyarakat juga penting. Kadang kita hanya melihat tanpa menegur. Padahal menegur itu juga bagian dari kepentingan bersama, karena yang dirusak itu milik publik,” kata Hamdani.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum. Pemerintah, lanjutnya, perlu memperkuat patroli rutin dan pengawasan di titik-titik rawan.

“Kewajiban utama memang ada di aparat pemerintahan, bisa di kepolisian atau Satpol PP. Tapi masyarakat juga harus ikut terlibat. Kalau ada yang melihat hal-hal seperti itu, cegah kalau bisa. Karena ini bagian dari tanggung jawab kita bersama menjaga fasilitas publik,” tutup Hamdani.