RIAU ONLINE, JAKARTA - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kembali menegakkan aturan dan memberikan sanksi kepada sejumlah klub dan pemain yang melanggar kode etik dan disiplin selama gelaran Pegadaian Championship 2025/2026.
Dari pelanggaran serius berupa tindakan kasar di lapangan, hingga perilaku kurang sportif dari suporter dan official klub, Komdis tak ragu memberikan denda serta larangan bermain untuk menjaga sportivitas kompetisi.
SRIWIJAYA FC dan PERSIRAJA
Salah satu kasus menonjol terjadi pada pertandingan Sriwijaya FC melawan Persiraja Banda Aceh tanggal 27 September 2025.
Pemain Sriwijaya FC, Jechson Felix Gu Tiwu, melakukan tekel keras yang berujung kartu merah langsung.
Komdis menjatuhkan hukuman berupa larangan bermain tambahan selama dua pertandingan dan denda sebesar Rp5 juta.
Sementara itu, Persiraja Banda Aceh juga menerima denda sebesar Rp30 juta setelah lima pemain dan satu officialnya menerima kartu kuning dalam pertandingan yang sama.
GARUDAYAKSA
Tidak hanya itu, pada pertandingan Persiraja melawan Garudayaksa FC tanggal 5 Oktober 2025, klub ini kembali dikenakan denda besar sebesar Rp50 juta akibat terlambat memasuki lapangan pada babak kedua, yang menyebabkan pertandingan mundur selama 140 detik.
PSMS Medan
Komdis juga menindak keras tindakan dari suporter. PSMS Medan, misalnya, mendapat denda Rp15 juta karena suporter mereka menyanyikan yel-yel bernada provokatif dan menghina dalam dua pertandingan yang berbeda.
PERSIKU Kudus
Persiku Kudus dan Persiraja Banda Aceh juga terkena sanksi denda karena perilaku suporter yang dinilai merugikan.
PSPS Pekanbaru
Pelanggaran serius lain datang dari pemain PSPS Pekanbaru. Jefferson De Sousa dihukum larangan bermain selama 8 pertandingan dan denda Rp 25 juta setelah menyikut lawan dengan keras hingga mendapat kartu merah langsung dalam pertandingan melawan Persikad tanggal 4 Oktober 2025.
Sementara rekan setimnya, Muhammad Andy Harjito, mendapat larangan bermain selama 4 pertandingan dan denda Rp 25 juta karena melakukan tindakan tidak sportif berupa kata-kata kasar terhadap perangkat pertandingan di lorong menuju ruang ganti.
PERSIPURA
Persipura Jayapura dikenakan denda Rp25 juta karena terdapat ofisial yang tidak menggunakan ID Card serta memasuki lapangan untuk memprotes perangkat pertandingan.
Ditambah lagi, klub ini didenda Rp 15 juta karena adanya pelemparan air minum kemasan ke arah pemain dan wasit dari tribun penonton pada menit-menit akhir pertandingan melawan Kendal Tornado FC.
PERSELA Lamongan
Hendro Siswanto, pemain Persela Lamongan dihukum larangan bermain 1 pertandingan dan denda Rp 5 juta karena menghalangi gol lawan pakai tangan serta mendapat kartu merah langsung.
ADHYAKSA
Pemain Adhyaksa, Razan Syifa Nur Akbar juga mendapat hukuman dengan larangan bermain 1 pertandingan dan denda Rp 5 juta karena pelanggaran sejenis.
Sanksi denda untuk klub berkisar dari Rp12,5 juta hingga Rp50 juta, sedangkan larangan bermain bagi pemain dapat mencapai 8 pertandingan, menunjukkan keseriusan Komdis dalam menangani pelanggaran demi kelangsungan kompetisi yang berkualitas dan berintegritas.
Dengan pengumuman ini, PSSI berharap semua klub, pemain, ofisial, dan suporter dapat lebih disiplin dan menjaga sportivitas agar Pegadaian Championship terus menjadi ajang kompetisi sepak bola profesional yang mengedepankan nilai-nilai fair play.

