Alam Mayang Bangun Laboratorium Budaya Anak Negeri

Alam-Mayang-Bangun-Laboratorium-Budaya-Anak-Negeri.jpg
Taman Wisata Alam Mayang bangun Laboratorium Budaya Anak Negeri sebagai sentral pengembangan kebudayaan Indonesia. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Taman Wisata Alam Mayang sebagai tempat rekreasi yang menonjolkan wisata alam di tengah Kota Pekanbaru, membangun Laboratorium Budaya Anak Negeri sebagai sentral pengembangan kebudayaan Indonesia. 

Pengelola Taman Wisata Alam Mayang, Riyono Gede Trisoko mengatakan, Laboratorium Budaya Anak Negeri ini telah menjadi rumah bagi sejumlah kelompok atau paguyuban yang melestarikan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia. 

"Ada Ketoprak Manunggal Budaya, Greget Campursari, Karawitan, FKJK, Samandiman, Silat Tradisional Lintau, dan sebagainya. Berbagai kebudayaan dari Minang, Melayu dan Batak," ujarnya, Jumat, 19 September 2025.

Riyono yang juga merupakan Pembina dari Forum Jaranan Kuda Lumping (FKJK) Riau mengatakan, Alam Mayang juga telah menjadi lokasi berbagai atraksi dan pertunjukan kebudayaan digelar. 

Seperti pagelaran Jaranan Kuda Lumping dari FKJK pada Minggu, 14 September 2025 lalu. Dimana, sebanyak 500 penari kuda lumping dari 12 kabupaten/kota di Riau menunjukkan aksinya di hari yang bertepatan dengan Pelantikan Generasi Muda Putra Jawa Kelahiran Sumatra (GM-Pujakusuma) dan Hari Ulang Tahun (HUT) Forum Komunikasi Jaranan Kuda Lumping (FKJK) Provinsi Riau yang ke-6 tahun.


"Lokasi Alam Mayang sangat strategis untuk menggelar berbagai acara kebudayaan. Kita juga ingin agar Alam Mayang bukan hanya sebagai tempat rekreasi, melainkan juga sebagai tempat pengembangan dan pelestarian kebudayaan Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, terkait FKJK Riau yang telah memasuki usia ke-6 tahun, ia menjelaskan bahwa FKJK akan terus berkembang menyongsong masa depan kebudayaan yang lebih maju dan lestari. 

Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada paguyuban-paguyuban yang telah menunjukkan semangat persatuan dan perjuangan FKJK pada perayaan HUT FKJK beberapa hari lalu.

"Dalam perayaan HUT ke-6 FKJK Riau, kita berterima kasih atas kehadiran paguyuban-paguyuban besar FKJK di Indonesia, di wilayah Pulau Jawa. Seperti Mitra Sunda Riau, Ikatan Keluarga Jawa Tengah, Permasa Jatim, PKNS, serta perkumpulan dari Riau," jelasnya.

Sementara itu, Ketua FKJK Riau Sularno menjelaskan bahwa FKJK Riau merupakan paguyuban yang berkomitmen melestarikan kebudayaan Jaranan Kuda Lumping di Riau. Selain itu, paguyubannya juga akan menjadi pelopor jaranan modern di Riau.

"Kami akan terus berkembang untuk melestarikan, memperkenalkan kebudayaan Jaranan Kuda di Riau. Saat ini sudah ada banyak penari jaranan di 12 kabupaten/kota, misalnya dalam pagelaran HUT ke-6 tahun FKJK, ada 500 penari jaranan yang tampil, itu belum semuanya," pungkasnya.