RIAU ONLINE, JAKARTA – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) tengah menghadapi dinamika internal. Menyikapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (Sekjen PP) KAMMI, Syafrul Ardi, mengajak seluruh kader di Indonesia untuk tetap solid dan menjaga persatuan. Ia menegaskan bahwa dinamika adalah hal yang wajar dalam sebuah organisasi, namun tidak boleh sampai memecah belah.
Menurut Syafrul, dinamika yang terjadi dalam tubuh organisasi adalah hal yang sangat wajar. Ia menegaskan setiap organisasi akan menghadapi fase ini dalam perjalanannya.
“Semua organisasi memiliki dinamika internal masing-masing. KAMMI pun tidak lepas dari itu. Namun kita harus tetap dewasa dalam menyikapi segala perbedaan. Jangan sampai perbedaan pandangan justru melemahkan semangat perjuangan kita,” ujar Syafrul dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 17 September 2025.
Syafrul menambahkan, untuk menyikapi perbedaan, setiap kader harus mengedepankan akal sehat dan objektivitas, bukan emosi sesaat. Dalam konteks kepengurusan, ia mengingatkan bahwa acuan legalitas yang sah adalah SK Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
“Kita harus objektif. Yang menjadi rujukan adalah siapa yang memiliki legalitas yang sah dari negara, dalam hal ini melalui SK Kementerian Hukum. Dokumen negara seperti SK Kemenkum tidak bisa dimanipulasi, tidak bisa dipalsukan, apalagi dibajak. Kalau SK itu bisa terbit, artinya seluruh syarat dan prosesnya telah dilalui dengan benar sesuai mekanisme hukum yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Syafrul mengingatkan bahwa misi utama KAMMI adalah perjuangan yang lebih besar, seperti menjaga idealisme gerakan mahasiswa Islam, memperjuangkan keadilan sosial, dan mengawal isu-isu strategis bangsa. Ia pun mengajak seluruh kader untuk kembali merapatkan barisan dan menghindari perpecahan.
“Saatnya kita bersatu. Jangan terjebak dalam konflik internal yang menguras energi. Kita masih punya banyak pekerjaan rumah: isu pendidikan, lingkungan, pemberantasan korupsi, hingga perjuangan ekonomi kerakyatan. Itulah medan juang kita yang sesungguhnya,” ujar Syafrul dengan penuh semangat.
Ia juga menekankan pentingnya nilai ukhuwah atau persaudaraan dalam KAMMI. Dengan semangat persaudaraan, KAMMI akan tetap menjadi organisasi mahasiswa Islam yang kuat dan relevan di tengah tantangan zaman.
“Kita lahir dari semangat reformasi, dan hingga kini kita tetap berdiri karena kekuatan persaudaraan. Jangan biarkan perbedaan membuat kita terpecah. Justru dengan kebersamaan, kita akan jauh lebih kuat, lebih kokoh, dan lebih siap menghadapi tantangan ke depan,” sambungnya.
Syafrul yakin bahwa kader KAMMI di seluruh Indonesia sudah cukup matang dan cerdas dalam menyikapi dinamika yang terjadi. Ia percaya mereka akan mampu memilah mana yang bersifat strategis untuk kemajuan organisasi dan yang hanya bersifat emosional, serta berpotensi merusak persatuan.
“Saya percaya, kader-kader KAMMI hari ini adalah kader yang cerdas, objektif, dan berintegritas. Mari kita saling menguatkan, bukan saling melemahkan. Mari kembali kepada niat awal kita ber-KAMMI: menjadi agen perubahan untuk umat dan bangsa,” tutupnya.

