RIAU ONLINE, PEKANBARU - Semangat reformasi dan sinergi dengan pemerintah kembali ditegaskan oleh jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Kejaksaan Republik Indonesia, Selasa, 2 September 2025. Kegiatan ini mengusung tema "Transformasi Kejaksaan Menuju Indonesia Maju."
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kejati (Kajati) Riau, Dedie Tri Winarto, memimpin langsung jalannya upacara, dalam amanat yang dibacakannya, menegaskan komitmen jajarannya untuk menjalankan arahan strategis yang telah digariskan oleh Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin.
"Sebagaimana tadi perintah Jaksa Agung, beliau menekankan pentingnya penyelarasan antara kita sebagai aparat penegak hukum dengan program-program pemerintah, khususnya Presiden dan Wakil Presiden, dalam pelaksanaan Asta Cita," ujar Dedie.
Menurut Dedie, Asta Cita atau delapan cita-cita pembangunan nasional merupakan fondasi yang harus didukung oleh seluruh elemen penegak hukum, termasuk Kejaksaan.
Penyelarasan tugas Kejaksaan dengan arah pembangunan nasional menjadi bukti bahwa Kejaksaan hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera.
Dalam kesempatan itu, Dedie juga menyoroti dua isu krusial yang menjadi perhatian utama Jaksa Agung, yakni pemberantasan korupsi dan penanggulangan narkotika.
"Itu yang menjadi penekanan dari beliau. Kita diminta untuk tidak lengah dan terus bergerak secara profesional dan proporsional dalam menangani perkara-perkara korupsi dan narkoba," tegasnya.
Dedie, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Kejati Riau, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengimplementasikan tujuh program perintah harian Jaksa Agung dalam waktu dekat.
Ia menyebut, program tersebut akan dijalankan dengan prinsip akuntabilitas dan integritas tinggi demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Adhyaksa.
Upacara tersebut turut dihadiri jajaran pejabat utama Kejati Riau, seperti Asisten Intelijen Sapta Putra, Asisten Tindak Pidana Umum Otong Hendra Rahayu, serta para Koordinator dan Kepala Bagian Tata Usaha.
Tak hanya itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pekanbaru, Silpia Rosalina, juga hadir bersama jajarannya. Kehadiran para pengurus dan anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Riau dan Pekanbaru menambah semarak sekaligus kekhidmatan suasana peringatan.
Di luar nuansa seremonial, Dedie juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang solid dan penuh kekeluargaan di lingkungan Kejaksaan.
"Harlah ini kita semua, baik di Kejati maupun Kejari Pekanbaru, laksanakan dengan semangat kekeluargaan. Maksudnya apa? Ya, kita di sini harus kompak, solid. Tidak ada istilah saling iri-irian. Kita ini satu," pungkas Dedie.

