Tugu Bangkinang Kampen, Kenang Dua Kamp Tawanan di Kompleks Broonbeek, Arnhem, Belanda

Romusha-Jalur-Kereta-PekanbaruMuaro.jpg
Romusha Jalur Kereta Pekanbaru–Muaro (Istimewa)

Penulis: Osvian Putra

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Sebuah tugu bernama Bangkinang Kampen berdiri di kompleks Bronbeek, Arnhem, Belanda, mengenang dua kamp tawanan perang di Salo, Kampar, Riau. Tugu ini kembali menjadi sorotan pada Herdenking 2025, peringatan tahunan yang mempertemukan keluarga veteran dan keturunan tawanan Perang Dunia II.

Herdenking atau Komemorasi tahunan merupakan upacara untuk memperingati seseorang, suatu peristiwa, atau hal yang berkesan. Herdenking kembali digelar di kompleks Bronbeek, Arnhem, Belanda, akhir pekan lalu.

Bronbeek sendiri merupakan kompleks bersejarah yang mencakup museum, asrama veteran, taman, dan sejumlah tugu peringatan, yang terkait dengan sejarah kolonial Belanda, termasuk Indonesia. Menariknya, di dalam Bronbeek juga terdapat Museum Atjeh, yang menyimpan koleksi benda-benda dari Perang Aceh baru berakhir pada 1904.

Herdenking menjadi momen peringatan kekejaman perang dunia, khususnya pengalaman pahit para tahanan perang yang pernah dipaksa bekerja pada proyek jalur kereta api maut Pakan Baroe–Muaro.

Acara selalu menghadirkan veteran perang, meski kini jumlahnya tinggal segelintir orang yang telah berusia lebih dari 100 tahun, serta anak, cucu, dan keluarga mereka. Hadir pula pejabat pemerintah, termasuk Menteri Pertahanan Belanda, serta pengurus berbagai organisasi veteran. Herdenking dimulai dengan sambutan, hening cipta, hingga menyanyikan lagu kebangsaan Belanda sebagai bentuk penghormatan.


Peringatan ini juga berkaitan dengan Riau, karena turut dihadiri keluarga dan keturunan tahanan proyek jalur kereta api Pakan Baroe–Muaro. Proyek ini disebut sebagai “kembaran” dari jalur rel Birma–Thailand sepanjang 420 km, sementara jalur di Sumatra membentang 220 km. Keduanya sama-sama dibangun dengan kerja paksa dan menelan ribuan korban.

Tak banyak diketahui publik bahwa di Bronbeek berdiri sebuah tugu bernama Bangkinang Kampen. Tugu ini mengenang ribuan orang Eropa, khususnya Belanda, yang ditahan di dua kamp di Bangkinang, tepatnya di Salo, Riau.

Satu kamp diperuntukkan bagi laki-laki, yang berlokasi di bekas pabrik karet yang kini berubah menjadi SPBU. Sementara kamp kedua menampung wanita dan anak-anak, yang sekarang berdiri sebuah sekolah dasar di kawasan Salo.

Pada Herdenking tahun ini diumumkan rencana ziarah resmi keluarga para veteran dan tahanan kereta api maut Pakan Baroe–Muaro ke Riau pada Mei 2026 mendatang.

Antusiasme cukup besar, bahkan pada hari pertama pendaftaran sudah ada 16 orang yang mendaftar untuk ikut serta. Rombongan direncanakan akan mengunjungi sejumlah situs bersejarah, termasuk bekas kamp tawanan di Bangkinang dan jalur rel kereta peninggalan masa pendudukan Jepang.

Jika rencana ini terwujud, Pekanbaru dan Riau akan menjadi saksi peringatan internasional yang jarang diketahui publik, yakni mengenang ribuan korban Perang Dunia II di tanah Melayu.